Diseleksi Dari Tingkat Kecamatan, Angelica Brickmar Jadi Putri Tenun Alor

Kontestan Putri Tenun Busana Tradisional Alor. Foto : Istimewa

Alor memang fenomenal. Mereka berani membuat sebuah tradisi baru dalam rangkaian kontestasi sebuah Ajang Pemilihan Putri. Kebiasaan mendukung seseorang secara aklamasi dalam sebuah audisi benar-benar dihilangkan. Mereka tidak kenal pola penunjukan langsung. Untuk mewakili sebuah daerah maka seorang kontestan harus melalui proses seleksi dari bawah.

Apapun jenis kompetisi yang diperlombakan baik pemilihan Putri Indonesia Duta Wisata, Putri Pariwisata, Putri Tenun Busana Tradisional dan lainnya sebagainya yang mengatasnamakan sebuah daerah sedapat mungkin diproses secara berjenjang.

Benar bahwa terkesan lama, merepotkan hingga alasan membengkaknya biaya dalam proses seleksi itu namun kalau tujuan akhirnya melahirkan seorang Duta atau Wakil Daerah yang benar-benar berkualitas maka tahapan baku ini harus dilalui. Dengan proses seleksi yang baku dan berjenjang dipastikan dapat melahirkan seorang Duta/Wakil Daerah yang benar-benar kompeten, proporsional dan profesional tentunya.

Hal ini disadari sungguh oleh pemerintah daerah Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa event bergengsi tingkat kabupaten, Pemda Alor selalu melakukan proses rekruitmen tersebut mulai dari kecamatan bahkan dari desa. Selain pemilihan Putri Pariwisata Alor atau Duta Wisata Alor yang jadi ajang tahunan, satu kompetisi yang lagi digelar sekarang adalah Pemilihan Putri Tenun Busana Tradisional Alor.

Bupati Alor, Drs.Amon Djobo

Bupati Alor, Amon Djobo meminta para penyelenggara Pemilihan Puteri Tenun Busana Tradisional Alor sedapat mungkin mempersiapkan proses seleksi Putri Tenun tersebut mulai dari tingkat kecamatan. Tujuannya  agar nilai – nilai budaya warisan leluhur bisa langsung dilestarikan ke genarasi muda.

Ajang Putri Tenun Busana Tradisional Alor juga harus mengikuti jejak Seleksi Putri Pariwisata Alor yang prosesnya dimulai juga dari bawah. Para Finalis Putri Pariwisata Alor yang biasanya dinobatkan berbarengan dengan ajang Expo Alor setiap tahun  adalah wakil terbaik dari masing-masing kecamatan yang telah di audisi.

Hal itu disampaikan Bupati Alor, Amon Djobo melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dominggus Asadama pada Pembukaan Pemilihan Putri Tenun Busana Tradisional Tingkat Kabupaten Alor tahun 2019 di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor, Sabtu (9/2/2019) petang.

Dominggus saat itu juga meminta kepada instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata serta Dinas Perindustrian untuk memberikan dukungan positif bagi pengembangan budaya di Kabupaten Alor, khususnya budaya tenun. Penegasan ini tentu beralasan mengingat tren dan mata rantai produksi tenun ikat Alor dari waktu ke waktu mengalami kemerosotan.

Selain untuk mendapatkan wakil yang terbaik ataupun juara, dengan proses itu dapat memotivasi peserta yang lain untuk lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri yang memiliki banyak ragam dan kualitas.

Pemerintah   Kabupten ALor juga memberi apresiasi dan penghargaan kepada Angelica Brickmar sebagai Putri Tenun Busana Tradisional Kabupaten Alor tahun 2019 yang Terpilih sebagai Juara Perdana menyisihkan 26 kontestan lain dari 6 kecamatan yang mengikuti seleksi dan menjadi finalis Putri Tenun Busana Tradisional Alor tahun ini.  Harapan pemda Alor agar Sang Putri bisa menjadi Duta Alor yang profesional dalam memperkenalkan keunggulan Tenun Ikat Alor dan eksotikanya dalam berbagai kesempatan.

Kepada para peserta yang belum mendapatkan juara diharapkan jangan berputus asa, tetapi semakin giat belajar dari kesalahan agar mencapai kesempurnaan dan bisa menjadi juara di ajang – ajang berikutnya.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Putri Tenun, Yustina Makunimau dalam laporannya mengatakan event itu merupakan program dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Alor. Adapun  utujuan yang mau dicapai yakni melestarikan dan mempromosikan tenun busana tradisional beserta kelengkapan aksesoris; Menghasilkan Busana Tenun Tradisional Alor yang berkualitas dengan tetap mempertahankan nilai warisan budaya sebagai jati diri orang Alor serta menghasilkan generasi muda Alor sebagai penerus bangsa yang cinta akan tenun tradisional Alor.

Hadir pada acara tersebut Ketua Dekranasda Alor, Dra. Beth Isdiani Djobo, Kepala Dinas Pariwisata, Flora Gorangmau, SH, Kepala Dinas Kebudayaan, Semuel Fankari, S.Sos, dan sejumlah wartawan dari berbagai media. (Aby/ 42na-Alor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *