Angkat Budaya Nagekeo, Pemuda Mauponggo Promosikan Pantai Enagera

Pantai Enagera. Foto : Istimewa

Banyak cara dilakukan untuk memperkenalkan pesona budaya dan tradisi suatu daerah. Satu cara yang paling umum adalah menggelar Festival Budaya. Melalui festival budaya tentu ada ruang terbuka yang  mau disampaikan kepada publik tentang pesona kita. Disana tidak hanya ada konten promosi yang mau dibidik  tetapi juga pesan pelestarian yang apik.

Kabupaten Nagekeo di Flores, Nusa Tenggara Timur adalah satu dari 22 Kabupaten Kota di NTT, Indonesia. Daerah ini memiliki panorama wisata yang komplit. Tidak saja alamnya yang indah tetapi juga kaya anak potensi seni budaya. Sayangnya seiring dengan modernisasi dan perkembangan teknologi yang begitu masif, banyak kearifan lokal yang tergerus. Belum lagi generasi muda milenial cendrung melihat budaya daerah sebagai sebuah tradisi yang kolot, tidak hits bahkan terlalu kampungan dan bertele-tele. Benar bahwa modernisasi telah menggilas semuanya. Budaya daerah hanyut ditelan zamannya.

Untuk alasan itulah Komunitas Pemuda Mauponggo dibawah pimpinan Lodofikus Raga Muja bertekad menggelar sebuah event akbar yang diberi nama Enagera Beach Festival Budaya. Rangkaian Event yang akan berlangsung dari tanggal 26 Februari hingga 5 Maret 2019 itu memiliki tujuan mulia yakni mengangkat dan memperkenalkan tradisi budaya Nagekeo serta mempromosikan eksotika Pantai Enagera yang selama ini belum dikenal luas.

Terkait alasan memilih tema budaya, Ketua Pemuda Mauponggo Lodofikus Raga Muja kepada Majalah Fortuna dalam rilisnya (10/2/2019) mengatakan sebagai generasi muda mereka merasa kehilangan bahkan lunturnya budaya lokal akibat tergerus arus kemajuan teknologi dan informasi saat ini. Generasi muda mulai meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Minat dan perhatian generasi muda terhadap seni budaya asli lokal  mulai tenggelam di tengah kuatnya arus budaya asing saat ini yang masuk hingga ke pelososk-pelosok desa.

Lodofikus Raga Muja. Foto: dok.Pribadi

Melalui Enera Beach Festival Budaya, Pemuda Mauponggo terpanggil untuk merevitalisasi budaya lokal daerahnya, acara yang akan dikemas unik itu akan memadukan juga beberapa Tema Budaya Lokal Nagekeo dan konsep live music jazz, live music dangdut, serta lomba tarian tradisional oleh sangar-sanggar budaya yang ada di propinsi Nusa Tenggara Timur. Ada juga workshop budaya, pameran kuliner lokal dan pameran hasil kerajianan masyarakat yang akan dihelat bersaaman dalam event ini.

“Harus diakui fenomena saat ini hanya sedikit orang muda yang bisa membawakan tarian tradisional. Dimana-mana anak muda suka yang bernuanasa dugem, pop dan lebih cendrung menghafal atau mengikuti budaya barat ketimbang aset budaya daerah atau bangsanya sendiri. Kita ingin fakta ini jangan dianggap sepeleh. Revitalisasi budaya dan promosi wisata menjadi urusan urget untuk daerah dan generasi muda. Langkah-langkah strategis dan promotif harus dilakukan termasuk melalui Festival ini,”  ujar Lodofikus

Selain niat luhur mengangkat potensi seni budaya daerah dan mempromosikan pantai Enagera, Pemuda Mauponggo juga ingin mendukung program pemerintah dibidang pariwisata dan budaya. Lodofikus mengatakan Rangkian Event ini tentu selaras dengan visi dan misi Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Bupati Nagekeo yang menginginkan agar sektor pariwisata menjadi pendorong utama kesusksesan pembangunan daerah

Adapun Jenis kegiatan yang akan digelar pada Enagera Beach Festival Budaya yakni Work Shop Budaya, Lomba tarian tradisional, Lomba dero kreasi, Bazar kuliner lokal,  Pameran hasil kerajinan masyarakat Nagekeo, Live pertunjukan Melo Etu (tinju adat). Event itu akan dihadiri Puteri Pariwisata Indonesia Gabriela Patricia Mandolang dan diramaikan Live Music Perfomance oleh artis nasional kelahiran NTT Mario Klau

Menurut Lodofikus Festival itu akan melibatkan seluruh masyarakat umum Ngada, Nagekeo dan Ende, dan juga melibatkan sanggar-sangar budaya yang ada di Pulau Flores yang diperkirakan mencapai 5000 orang. Selain terbuka untuk wisatawan mancanegara dan domestik, beberapa tamu kehormatan yang dipastikan menghadiri acara tersebut yakini Wakil Gubernur NTT,  Ketua Dekranasda NTT  Julia Laiskodat, Ketua DPRD NTT  Anwar Pua Geno, Bupati Nagekeo Dokter Don Bosco Do, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja bersama seluruh Pimpinan SKPD Kabupaten Nagekeo  dan  Budayawan  FR. Moonfort, BHK.

Bupati Nagekeo dr.Don Bosko dan Wabub Marianus Waja usai dilantik di Kupang, belum lama ini. Foto Fortuna

Selaras Program Bupati Don Bosco dan Wabub Marianus

Pagelaran event ini tentu menjadi harapan pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo yang kini mulai fokus membangun pariwisata. Harus diakui selama 1 dekade belakangan pembangunan kepariwisataan di Nagekeo belum berjalan masif. Urusan pariwisata menjadi program pilihan meski pontensi daerah begitu luar biasa. Kekayaan alam, bahari, budaya dan spot-spot wisata minat khusus yang dimiliki daerah itu besar jikalau dikelola dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan jaringan demi masyarakat.

Dari sisi kebijakan politik maupun anggaran belum berpihak pada urusan kepariwisataan. Beruntung saat ini dibawah kepemimpinan Nagekeo yang baru, ada komitmen yang kuat untuk membangun sektor ini. Karena apapun alasannya secara nasional Pemerintahan Jokowi dan JK menempatkan pariwisata sebagai prioritas nasional kedua dari 5 sektor prioritas nasional dan Nawacita pembangunan Indonesia. Pariwisata dipandang strategis menggenjot perekonomian daerah dan meningkatkan kesejatheraan rakyat.

Tidaklah heran usai dilantik oleh Gubernur Victor Laiskodat di Kupang belum lama ini Bupati Nagekeo Dokter Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja secara tegas mengutarakan niatnya untuk mensinergikan pembangunan Kabupaten Nagekeo dengan kebijakan pemerintah propinsi dan pusat dalam bidang pariwisata. Festival tentu diharapkan sebagai momentum kebangkita pariwisata Nagekeo. (tim/fdl/42na)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *