Kopdit Pintu Air KCP Oelneke Perluas Layanan Hingga di Batas Negara

Karyawan/ti Kopdit Pintu Air di Kabupaten TTU dalam sebuah Acara di Kantor Cabang Pembantu Oelneke belum lama ini.             Foto : fortuna

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air terus mengembangkan sayap pelayanannya. Tidak tanggung- tanggung layanan jasa koperasi ini menyasar beberapa daerah di pedalaman pulau Timor. Satu daerah yang  potensial berkembangnya jasa koperasi ini adalah di Oelneke Kecamatan Mutis Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berbatasan dengan wilayah Distrik Oekusi Timor Leste. Kantor Oelneke merupakan Calon Cabang Defintif yang siap diresmikan menjadi cabang penuh karena telah memiliki anggota diatas 1300 orang dan aset diatas 1 miliar rupiah.

Benar bahwa sejak berdirinya Koperasi Pintu Air di Kampung Rotat Desa Ladogahar Kecamatan Nita, Flores NTT, Pintu Air telah membuka 47 Kantor Cabang serta puluhan kantor Cabang Pembantu (KCP) yang tersebar di  5 Propinsi di Indonesia. Koperasi ini  telah memiliki anggota lebih dari 240.000 orang dan menjadi Koperasi III Terbesar di Indonesia saat ini. Di Kabupaten Timor Tengah Utara, KSP Kopdit Pintu  Air hadir sejak 2012 dan telah memiliki 2 kantor Cabang Definitif dan 2 KCP. Lebih dari 15.000 orang TTU telah menjadi anggota Pintu Air dan aset yang dimiliki sudah lebih dari Rp30 miliar.

Prospek Kopdit Pintu Air nampak sangat cerah di kabupaten perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu. Melihat trend pertumbuhan aset dan jumlah anggota tersebut maka tidak salah Manager Kopdit Pintu Air Cabang Kota Kefamenanu Benyamin Klau mengutarakan optimismenya. Dia yakin koperasi itu akan berkembang pesat dan melayani lebih banyak  anggota hingga ke pelosok-pelosok dusun.

Benyamin Klau- Manejer Cabang Kota kefamenanu. Foto : Fortuna

Dalam acara Rekoleksi Penyegaran Rohani bagi semua Pengurus Kopdit Pintu Air Kabupaten TTU belum lama ini di Oelneke, Benyamin Klau memaparkan bahwa sejak dirinya mengendalikan manajemen di Cabang Kota Kefamenanu tahun 2016, anggota Pintu Air baru mencapai 5507 orang dengan aset hanya belasan miliar rupiah. Namun memasuki akhir Desember 2018 jumlah anggota sudah mendekati 8500 orang dengan aset 21 milair lebih. Angka itu belum termasuk besaran aset dan jumlah anggota di Kantor Cabang Insana,  KCP Oelneke dan KCP Noemuti.

Adapun dana sebesar puluhan miliar itu katanya dipakai untuk mendukung usaha mandiri anggota yang didominasi kalangan menangah kebawah yakni petani peternak buruh dan juga usaha ekonomi produktif lainnya. Ada macam-macam produk simpanan dan pinjam yang bermuara pada peningkatan ekonomi dan kesejatheraan anggota.

Sekretaris Umum Pengurus Kopdit Pintu Air Pusat Marthon Djuang yang hadir dalam acara penyegaran rohani saat itu mengatakan komitmen Kopdit Pintu Air untuk selalu memadukan Konsep Ora Et Labora (Bekerja dan Bedoa). Banyak waktu telah digunakan untuk bekerja, namun jiwa setiap orang juga perlu disegarkan secara spriritual terutama jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang didentikan dengan tahun kebangkitan.

Marthon Djuang – Sekretaris Umum Kopdit Pintu Air Kantor Pusat. Foto : Dok.Pribadi

Marthon juga menegaskan komitmen pelayanan dan konsistensi Pintu Air sebagai koperasinya orang kecil. Koperasi itu didedikasikan bagi semua anggota yang masuk dalam kelompok NTTB (Nelayan Tani Ternak dan Buruh). Kelompok itu jumlahanya bahkan mencapai 80 sampai 90 persen dari total penduduk Indonesia.

Kini Pintu Air telah hadir dan melayani anggota di propinsi NTT, NTB, Sulawesi, Surabaya, Bali Kalimantan dan Jawa Tengah. Ada 47 Kantor Cabang dan Puluhan  KCP dan beberapa KCP yang siap diresmikan.

“Kita sebanarnya punya 5 KCP yang siap diresmikan jadi Kantor Cabang Penuh termasuk di Oelneke. Namun ada Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) No.11 Tahun 2018 yang menegaskan bahwa jikalau dalam satu kabupaten sudah ada Kantor Cabang maka sisanya hanya boleh menjadi Kantor Cabang Pembantu. Jadi meski syarat internal kita bahwa menjadi cabang penuh minimal punya 1000 orang anggota dan aset 1 miliar tetapi karena aturan ini maka kita sesuaikan saja nomenklaturnya. Intinya status boleh KCP tetapi kualitas pelayanan dan kewenangan lainnya tetap beraroma cabang,” ujar sosok rupawan nan energik ini.

Terkait dukungan sarana prasarana dan fasilitas pelayanan, Marthon mengatakan bahwa hampir 90% Kantor Cabang Pintu Air di seluruh Indonesia statusnya sudah kantor milik sendiri. Hal ini untuk menegaskan bahwa Pintu Air adalah koperasi yang sah milik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Status kepemilikan kantor itu juga katanya adalah bagian dari audit sosial untuk meyakinkan seluruh anggota, calon anggota dan para pihak agar tidak ragu menginvestasikan uangnya termasuk menikmati jasa pinjaman dan produk-produk unggulannya Kopdit Pintu Air. (tim/filemon/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *