KSPN, Wini dan 10 Bali Baru

Perbatasan Wini – Oekusi. Foto : Fortuna

Sebagai beranda NKRI, kawasan perbatasan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi NTT tidak cukup hanya dengan “dihadiahi” sebuah Gedung Pos Lintas Batas Yang Megah. Manfaat gedung-gedung itu harus dirasakan pula oleh ribuan masyarakat yang ada disekitar fasilitas elit itu.  Faktanya banyak rumah warga yang masih berantakan, beratapkan daun gewang/lontar dan kehidupan ekonomi rakyat sangat memprihatinkan.

Memiliki alam yang mempesona, ragam budaya dan bahari yang eksotis menjadikan pariwisata sangat strategis dikembangkan di Indonesia. Pemerintah Indonesia memprioritaskan sektor pariwisata guna meningkatkan devisa dan investasi. Kebijakan ini adalah bagian dari upaya menggenjot target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2019.

Untuk maksud ini maka pemerintah Indonesia telah menetapkan 10 kawasan Strategis Pariwisata Nasional Nasional (KSPN) yang konon disebut “10 Bali Baru”

Adapun 10 KSPN sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden tahun 2016 yakni Tanjung Lesung di Banten, Mandalika Lombok di NTB, Pulau Komodo- Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Candi Borobudur di Jawa Tengah,  Morotai di Maluku Utara, TN Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Kepulauan Seribu di DKI  Jakarta, Danau Toba di Sumatera Utara, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur

Pasca dikeluarkan Kepres ini pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan pariwisata di 10 destinasi ini boleh dibilang gila-gilaan. Pembangunan fasilitas umum semisal jalan,jembatan, terminal, bandar udara, juga akomdosasi dihampir semua kawasan bergeliat kencang.

Benar bahwa tantangan yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah akses jalan menuju destinasi wisata. Karena itu dukungan infrastruktur mutlak diperlukan untuk pengembangan kawasan wisata terpadu ini melibatkan banyak aspek.

Di Era Pemerintahan Jokowi- JK dalam Rencana Strategi Nasional telah dicanangkan untuk dibangun sekitar 1000 kilometer jalan tol, 2.650 kilometer jalan baru,  40.717 kilometer jalan nasional. Angka itu diluar jalan daerah yang menjadi kewenangan propinsi dan kabupaten  sepanjang 543 kilometer. Pemerintah juga bertekad membangun 29.860 meter jembatan.

Semua rencana strategis infrastruktur ini bermuara pada upaya untuk meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan mobilitas guna mempercepat waktu serta biaya transportasi yang berpengaruh terhadap biaya logistik. Tujuan akhir dari ini adalah untuk kemajuan kepariwisataan, peningkatan ekonomi dan kesejtheraan rakyat

Di Propinsi NTT, pasca ditetapkan Pulau komodo – Labuan Bajo menjadi destinasi unggulan nasional, intervensi pembangunan kepariwistaan melibatkan stakeholders lintas sektor juga nampak bergeliat kencang dan seakan terfokus di Labuan Bajo. Padahal di Timor, banyak juga pontensi dan magnet wisata yang layak dikembangkan dan wajib mendapat sentuhan pusat selain karena alasan perbatasan

Dilihat dari daya tarik kepariwisataan, SDM dan strategisnya posisi NTT sebagai beranda terselatan NKRI yang dibentengi 2 kekuatan besar dari Australia dan Timor Leste , maka banyak harapan agar bisa ditetapkan lagi satu lokus baru yang masuk dalam KSPN yakni di wilayah perairan Wini Kabupaten Timor Tengah Utara. Kawasan ini merupakan daerah enclave yang berbatasan langsung Oekusi Timor Leste yang kini sedang dibangun besar-besaran dan akan menjadi pusat perdagangan baru negara Timor Leste, mungkinkah?

Mengapa Harus Wini ?

Pesona Wini dan Tanjung Bastian di kabupaten Timor Tengah Utara begitu luar biasa. Bukan hanya karena posisinya yang strategis sebagai pos perbatasan Indonesia dan Distrik Oekusi negara Timor Leste tetapi juga karena pesona pariwisatanya. Bukit batu yang membentengi kota Wini menjadi pemandangan unik yang sangat indah dan sayang kalau tidak dikunjungi. Bentangan bukit batu yang mengintari 2 kota dan membelah dua negara itu tak lazim dijumpai dan punya daya tarik wisata yang  sangat kuat. Beberapa wisatawan kapal pesiar yang sering lego jangkar di Wini dan beberapa pembalap yang pernah melintasi kawasan Wini berujar bahwa pesona bukit batu yang membalut kota itu menjadikan Wini sebagai “Texas of Timor”

Belum lagi keindahan pantainya yang kini telah ditata dengan sangat rupawan oleh pemerintah. Uniknya di Wini anda bisa menjumpai Pantai berpasir hitam dan putih serta kawasan pantai berbatu-batu dalam satu cekungan. Ketika menyisir pantai sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang terbentang dari Pos Lintas Batas PLBN, depan kantor camat hingga kawasan pasir putih Tanjung Bastian anda bisa menikmati 3 suasana pantai yang berbeda. Indah bukan?

Tidak hanya itu, kehidupan dan tradisi masyarakat lokal dikawasan itu juga manarik untuk anda dieksplore mulai dari adat istiadatnya, pasar tradisionalnya, budayanya juga usaha ekonomi produktif seperti tambak garam dan lain sebagainya. Disana ada kawasan wisata rohani Gua Maria, panorama wisata alam persawahan warga yang eksotis selain geliat kehidupan nelayan tradisionalnya yang khas. Satu destinasi yang wajib anda kunjungi juga adalah arena pacuan kuda Tanjung Bastian yang unik karena dibangun persis diantar bibir pantai yang eksotis dan tebing terjal yang memanjakan mata.

Kini Wini telah ditata menjadi sebuah kota kecil yang indah, sarana jalan dan listrik sudah mamadai; ada pelabuhan niaga Wini yang sering menjadi pemasok logistik untuk Kota Kefamenanu dan juga Atambua.

Meski demikian kuat magnet wisata dan posisi strateginya sebagai jantung perekonomian yang mengidupi warga kedua negara, kawasan perbatasan ini belum didukung dengan pembangunan infrastruktur lainnya yang benar-benar menjadikan Wini sebagai kota wisata di perbatasan. Untuk itulah pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dibawah kepemimpinan Bupati Raymundus Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes bertekad untuk meningkatkan status dan posisi strategis Wini sebagai satu dari sekian sekian Kawasan Strategis Pariwistaa Nasional (KSPN) di Indonesia

Siapkan Dokumen

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabuapten TTU, Raymundus Thaal kepada Fortuna di Kefamenanu belum lama ini mengaku punya konsep jitu menjadikan kabupaten TTU sebagai salah satu destinasi unggulan baru di Indonesia.

Ide besar yang lagi digagas pemda adalah mempersiapakan segala dokumen yang terkait dengan menjadikan Wini sebagai salah satu lokus strategis pengembangan pariwisata nasional. Hal ini tentu beralasan karena selain mempunyai potensi dan daya tarik wisata yang mumpuni, wini merupakan beranda terdepan indonesia yang berbatasan langusng dengan negera seberang

Beberap langkah teknis yang yang kini dilakukan yakni menselaraskan dengan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Riparda). Ada pikiran agar percepatan pengembangan kawasan ini melibatkan pemerintah pusat guna menjadikan Wini sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan posisi itu kata Raymundus maka perhatian penataan kawasan ini menjadi kepentingan dan tanggungjawab bersama.

Puluhan Kapal Pesiar Asing merapat di teluk Wini. Foto : Fortuna

Pacu Investasi Lintas Sektor

Rencana ini juga disambut baik oleh Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes. Baginya dengan menjadi KSPN maka intervensi pembangunan pariwisata di wini yang adalah kawasan enclave itu menjadi beban bersama antara pemerintah pusat dan daerah

“Kita harapkan begitu. Saat ini lagi dilakukan kajian Tim Teknis bersama Dinas Pariwisata Kabupaten TTU agar rencana ini nantinya dilihat bersama sebelum dipresentasikan segera di kementerian pariwisata. Saya tentu berharap sebagai wajah NKRI, penataan kawasan ini masih menjadi pusat pengembangan pariwisata yang moderen jadi kebutuhan urgen. Hal ini perlu dilakukan juga untuk mengimbangi kemajuan pembangunan infrastkruktur di Oekusi yang saat ini dibangun besar-besaran bahkan menjadi pusat bisnis baru yang perlu direspon positif oleh pemerintah Indonesia

Benar bahwa urusan menjadikan Wini sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional bukanlah hal mudah tanpa indikator. Tetapi sebagai sesama warga bangsa dan penyelenggara pemerintahan di daerah, Pemda TTU punya kewajiban dan kewenangan untuk mengusulkan dan memberi telaan mengapa Wini mesti dipertimbangkan masuk sebagai jadi salah satu kawasan strategis pariwisata di Selatan Indonesia selain Labuan Bajo dan 9 daerah lainnya.

Apapun alasannya kita harus menjadi penyangga diperbatasan. Apalagi kita punya pelabuhan laut yang akan terus ditingkatkan fungsinya. Dengan menjadi KSPN maka kawasan ini akan menjadi begitu strategis dan memberi peluang untuk memacu investasi lintas sektor di Wini termasuk menghadirkan fasilitas pendukung pariwista seperti hotel restoran dan kebutuhan kota perbatasan lainnya,” ujar Raymundus di Kefamenanu belum lama ini

Untuk diketahui ada begitu banyak menfaat dari masukannya sebuah kawasan wisata menjadi Kawasan Strategis Nasional Pariwisata (KSPN). Selain karena potensi dan daya tarik wisatanya, pengelolaan daerah itu menjadi tanggunjawab bersama pemerintah daerah, propinsi dan pusat. Dukungan dana untuk pengembangan kawasan ini juga meningkat seiring statusnya menjadi KSPN.  Dana yang datang dari dukungan lintas sektor dan instansi terkait dengan fokus membenahi infrastruktur, mendandani destinasnya, pemberdayaan masyarakat, hingga meningkatkan promosi kawasan itu sebagai destinasi unggulan melalui event dan media. Dampak ikutannya adalah kawasan itu dikenal luas, dikunjungi, geliat ekonomi lokal tumbuh dan pada akhirnya berefek bagi peningkatan pendapat asli daerah dan kesejatheran rakyat.

Sebagai beranda NKRI, kawasan perbatasan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi NTT tidak cukup hanya dengan “dihadiahi” sebuah Gedung Pos Lintas Batas Yang Megah. Manfaat gedung-gedung itu harus dirasakan pula oleh ribuan masyarakat yang ada disekitar fasilitas elit itu.  Faktanya banyak rumah warga yang masih berantakan, terbuat dari daun gewang/lontar dan kehidupan ekonomi rakyat sangat memprihatinkan. Itulah sebabnnya meningkatkan status Wini kawasan Enclave Indonesia- Timor Leste itu sebagai KSPN seperti beberapa KSPN Danau Toba dan Labuan Bajo adalah sebuah langkah maju dan bermartabat untuk percepatan kesejatheraan rakyat Indonesia di batas negara. (Fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *