YAKOBUS JANO : RASA MEMILIKI ROH UTAMA BERKOPERASI

Gedung Kantor Pusat Pintu Air di Dusun Rotat, Desa Nita- Maumere, Kabupaten Sikka Yang Sedang Finishing. Foto : fortuna

Perkembangan industri perkoperasian di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh menjanjikan. Data dari Dinas Koperasi Provinsi NTT pada akhir tahun 2018 tercatat lebih dari 4000 unit koperasi yang saat ini beroperasi di propinsi NTT. Ada banyak yang aktif namun sebagian juga sudah tidak aktif lagi. Selain alasan kelembagaan, masalah pengelolaan keuangan yang tertutup dikalangan manajemen dan pengurus menjadi pemicu banyak anggota memilih untuk keluar dari anggota koperasi. Sebagai wadah milik bersama, seorang anggota koperasi jarang diajak pengurus untuk terlibat membesarkan koperasi.

Tradisi ini dikecam keras oleh Ketua KSP Kopdit Pintu Air Maumere Yakobus Jano. Menurutnya semua anggota adalah pemilik sah sebuah koperasi ketika dia memutuskan untuk mendaftar dan menyertakan saham dan simpanannya dikoperasi itu. Menjadi pemilik tentu berbeda dengan hanya sebagai nasabah biasa. Tanggungjawab yang ada pada setiap anggota harusnya lebih besar dan intim.

Yakobus Jano, Ketua KSP Kopdit Pintu Air. Foto : Ist

Rasa memiliki seorang anggota akan koperasinya sendiri sangat menentukan maju mundurnya sebuah usaha koperasi. Pengurus pengawas dan manajemen dalam hal ini hanya kebetulan dipercayakan sebagai pengelola namun sesungguhanya anggotalah pemilik sah koperasi itu sendiri.

Oleh karena itu berlaku tertib, jujur dan bertangungjawab sebagai seorang anggota sangat dibutuhkan, sebaliknya jika anggota tidak tertib maka berpotensi merusak koperasi yang adalah miliknya sendiri.

“Sebagai pengurus dan manajemen kita harus menempatkan anggota sebagai subjek sekaligus objek terpenting dalam pelayanan. Antara pengurus dan anggota itu saling melengkapi, saling melayani. Karena ada anggota koperasi maka ada pengurus, demikianpula hadirnya pengurus untuk melayani anggota. Banyak pengurus koperasi yang justru menempatkan anggota hanya sebagai nasabah seperti diberbagai lembaga keuangan lain. Ada jurang pemisah yang sangat jauh. Ini sangat kita sayangkan,”papar Yakobus

Dijelaskan, filosofi dasar lahirnya koperasi sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki kepentingan sama, bergotong royong saling dan membantu untuk kesejatheraan bersama. Sebagai pemilik koperasi maka seorang anggota mesti ada rasa memiliki dan punya rasa tanggungjawab serta punya semangat bersama untuk saling memajukan. Anggota juga berhak mengevaluasi pengurus manakala ditemukan adanya potensi penyimpangan yang bisa berdampak pada colapsnya koperasi itu.

Sebagai pimpinan manajemen Pintu Air, dirinya selalu menegaskan bahwa koperasi ini adalah miliki semua anggota. Maka dari itu anggota harus bertanggungjawab untuk memajukan usaha sendiri termasuk berbudaya hidup tertib sehingga usaha bersama itu tidak bangkrut. Selama ini banyak pengurus koperasi yang menyembunyikan seolah-olah bahwa penguruslah pemilik tunggal koperasi. Ini pola yang salah dan kita dari Pintu Air selalu tegaskan ini agar para anggota tahu dan mengerti bahwa koperasi ini milik bersama seluruh anggota,” urai mantan Bankir ini.

Adapun dampak dari komitmen ini adalah anggota merasa sadar bahwa usaha bersama itu perlu dijaga. Semangat gotong royong, kekompakan dan saling menopang. Roh dari koperasi itu mesti dihidupkan. Mereka harus disadarkan kalau pinjam uang miliki bersama itu harus dikembalikan tepat waktu, karena bisa menyusahkan orang lain yang membutuhkan kalau lambat mengembalikan. Sisi  positif lainnya bahwa para anggota bisa mengevaluasi pengurus sehingga indikasi penyimpangan dan penyalahgunaaan kewenangan dapat dihindari.

Benar bahwa dalam sebuah organisasi pasti ada yang nakal. Tetapi kalau konsep berkoperasi yang benar ini terus ditularkan dan menempatkan anggota sebagaimana mestinya, saya percaya seberapapun kredit macet dan kesulitan penagihan yang sering mengancam maju mundurnya sebuah usaha koperasi pasti teratasi. Karena apapun alasannya, pola pendekatan persuasif, tenggangrasa sebagai sesama keluarga, selibat dan mau berpihak pada masalah atau kandala yang dialami anggota akan membuat anggota yang nakal itu pasti kembali juga,” papar pria santun ini membagi Tips suksesnya.

KERJA TANPA MENGELUH

Yakobus Jano adalah salah satu tokoh kunci dibalik suksesnya KSP Kopdit Pintu Air sejak tahun 1995. Koperasi yang kini menyabet gelar Sebagai Koperasi Primer Nasional di Indonesia itu berkembang pesat berkat tangan dingin Yakobus Jano. Wawasan,gagasan serta kapasitas manejerial yang dimiliki pria 65 tahun ini sugguh menjadi panutan semua pengurus dan ratusan ribu orang anggotanya. Tak segan-segan dia juga mengingatkan tim kerjanya untuk memperkuat kepekaaan, tanggungjawab dan rasa memiliki lembaga keuangan non bank itu sebagai sumber hidupnya.

“Memang dari Pintu Air belum bisa membuat anda begitu kaya secara materi tetapi lembaga ini bisa menghidupkan. Daripadanya Anda bisa menikmati hidup melalui pelayanan bagi sesama anggota yang adalah tujuan. Saya minta kepada semua tim kerja saya baik pengurus maupun manajemen untuk juga harus  taat azaz. Saya tanamkan nilai-nilai agar mereka punya kesadaran “rasa memiliki” lembaga ini secara utuh,”ujarnya kepada Fortuna di Kantornya di Desa Rotat, Nita- Maumere belum lama ini.

Didampingi Sekretaris Pintu Air Pusat, Martonsius Juang dan  Ketua Tim Humas Pintu Air, Vinsen Deo, dia bercerita tentang napak tilas Koperasi Pintu Air. Baginya menjadi terbesar di NTT bahkan menempati ranking 3 besar nasional saat ini bukanlah tujuannya. Hal mulia yang ingin ditanamkan bagi seluruh generasi muda bangsa adalah bagaimana bekerja dengan total, penuh empati dan rasa tanggungjawab. Seorang pemimpin memang harus tegas dalam sikap tetapi ramah dalam melayani. Demikian pula menjadi seorang pengurus koperasi diperlukan semangat dan kerja tanpa mengeluh.

Apa yang dikatakan Yakobus ini benar, bahwa membangun tim kerja yang solid adalah sebuah proses. Dan proses itulah menjadi ujian bagi kapasitas manajerial dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif, nyaman dan produktif.

Di usia yang mulai tua, Jakobus Jano hanya berpesan agar seluruh tim kerja yang telah dibangun sekian lama agar terus solid bekerja untuk melayani ratusan ribu anggota yang terbesar di berbagai propinsi di Indonesia saat ini. Adalah fakta bahwa KSP Kopdit Pintu Air yang hanyalah kumpulan arisan kecil dari sebuah Dusun Kecil di Rotat, tetapi kasih kebaikan dan pelayannya telah mengalir hingga merengkuh  kemaslahatan nusantara. (Tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *