Kopdit Pintu Air Sabu Raijua Melayani Hingga ke Batas Terselatan

Perekonomian Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur terus tumbuh seiring dengan kemudahan layanan berbagai lembaga keuangan non bank. Akses masyarakat akan keuangan dan sumber-sumber permodalan kini terbuka luas. Salah satu lembaga keuangan non bank yang kini tumbuh subur dan membantu ritme perekonomian di kabupaten Sabu Raijua adalah  KSP Kopdit Pintu Air.

Koperasi  Primer Nasional yang berkantor Pusat di Kampung Rotat, Maumere Flores itu hadir untuk melayani masyarakat Sabu Raijua sejak 3 Nopember 2015. Ketika menginjakan kaki di Seba, Ibukota Kabupaten Sabu Raijua, para pengurus Pintu Air Pusat yang dipimpin Vinsen Deo tidak menunggu lama. Mereka langsung bergerak mensosialisasikan keunggulan koperasi itu di kota Seba dan sekitarnya. Melalui simpul-simpul sahabat yang ada mereka menjumpai warga dan meyakinkan masyarakat di kabupaten terselatan Indonesia itu. Puluhan orang anggota awal direkrut, pos pelayananpun dihadirkan. Warga setempat nampak antusias menyambut kehadiran koperasi ditanah Rai Hawu saat itu.

Melalui gencarnya promosi dan sosisalisasi di kelompok–kelompok masyarakat terkait keunggulan produk-produk layanannya, maka dalam hitungan hanya 2 bulan ratusan anggota mendaftar. Manajemen Pintu Air pusatpun menaikan Status Pos Pelayanan Pintu Air di Sabu menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP) pada 1 Januari 2016. Posisi itu hanya bertahan 1 tahun dan pada tanggal 3 Oktober 2017 status Kopdit Pintu Air Sabu Raijua menjadi Kantor Cabang Penuh.

Dilihat dari prosesnya maka perkembangan Kopdit Pintu Air Cabang Kabupaten Sabu Raijua sangatlah cepat padahal syarat untuk menjadi Kantor Cabang harus memenuhi anggota minimal 1000 orang dan aset minimal Rp 1 miliar. Setelah memenuhi syarat baku itu maka Peresmian Kantor Cabang Sabu Raijua di Seba dilakukan Wakil Bupati  Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke dihadiri Ketua KSP Pintu Air Pusat Yakobus Jano, Ketua Humas Pintu Air Pusat Vinsen Deo bersama beberapa pengurus, para pejabat di Sabu serta ribuan orang anggota.

Hadirnya kantor cabang penuh ini semakin memotivasi para pengurus dan manajemen untuk terus tancap gas melayani masyarakat Sabu Raijua hingga ke pelosok-pelosok desa. Manajemen kantor Cabang Sabu Raijua yang dipimpin Manager Mansuetus Mila seakan manemukan pola membangun Pintu Air di Sabu Raijua. Dia dibantu Fransiskus Igino Dwiputra Gesi sebagai Pejabat Administrasi Kredit, Cherly Fransiksa Sallo, Maria Triwanti, Kosmas Seda serta kurang lebih 10 orang Ketua Kelompok yang tersebar di 6 kecamatan. Pintu Air terus menggempur dan melayani ribuan warga Sabu Raijua.

Manager KSP Kopdit Pintu Air Cabang Sabu Raijua Mansuetus Mila melalui  Pejabat Administrasi Kredit Fransiskus Igino kepada Fortuna di Seba belum lama ini mengatakan progres pertumbuhan Pintu Air di Kabupaten Sabu Raijua terus bergerak positif. Dengan satu cabang dan dukungan 10 kelompok yang tersebar di 6 kecamatan, Pintu Air Sabu melayani lebih dari 1332 orang anggotanya.

Pertumbuhan bisnis ini kata Fransiskus yang sangat baik karena didukung oleh tipologi masyarakat Sabu yang ramah dan taat azaz. Orang Sabu sangat memahami bahwa koperasi memang hadir menjadi wadah bersama untuk saling membantu satu dengan yang lainnya. Tradisi ini menjadi modal awal Pintu Air berkembang, maju dan menjadi salah satu organ perputaran ekonomi setempat.

“Satu yang menarik adalah orang Sabu itu sangat ramah. Mereka tertib menyimpan uang, meminjam uang untuk kebutuhan yang sungguh dan juga mengembalikan angsuran pinjaman tepat waktu. Itulah sebabnya meski dibantu manajemen yang minimalis, kami bisa melayani kebutuhan lebih dari 1300 orang ini dengan prima,” ujarnya

Progres dan neraca keuangan hingga Oktober 2018 terkoreksi positif. Ada trend kemajuan yang membanggakan. Data menunjukan total aset yang dimiliki Kopdit Pintu Air Sabu Raijua mencapai Rp 2.913.846.926, Saldo Simpanan Rp 1.790.096.400, Saldo Pinjaman Rp 1.641.647.000, Simpanan Non Saham Rp 1.088.984.389, SHU Rp 77.859.712 dan capaian bunga Rp 32.582.000.

Fransiskus mengapresiasi dukungan tim kerjanya dari di masing-masing kelompok. Dijelaskan dari 10 kelompok yang tersebar di 6 kecamatan, Kecamatan Hawu Mehara menunjukan capaian yang paling membanggakan. Sebagai bonusnya maka manajemen akan menghadirkan satu Kantor Cabang Pembantu (KCP) langsung di Hawu Mehara dalam waktu dekat.

Soal produk-produk yang paling diburu anggota katanya, rata-rata anggota lebih memilih produk simpanan SISUKA (Simpanan Sukarela Berjangka) yang sering disebut juga Deposito. Melalui simpanan ini selain mendapatkan bunga 1,25% juga menggunakan sistim kontrak yang sangat membantu anggota.

Terkait rencana bisnis untuk pengembangan Kopdit Pintu Air di kabupaten Sabu Raijua itu, Fransiskus menargetkan untuk terus dibumikan. “Dengan semangat pelayanan yang prima, empati dan niat tulus untuk membantu sesama yang membutuhkan, kita bertekad terus mensosialisasikan keunggulan produk dan manajemen pelayanan bagi warga hingga ke batas terselatan negara ini sekalipun,”ujar Putra asli Ende ini.

Untuk diketahui KSP Kopdit Pintu Air yang berpusat di Rotat Maumere  hadir sejak tahun 1995. Diawali dengan sebuah kelompok arisan, manajamen Pintu Air seakan terus mengalirkan berkatnya untuk melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Saat ini  Pintu Air memiliki puluhan Kantor Cabang yang tersebar di NTT, NTB, Sulawesi, Surabaya, Kalimatan, dan berbagai kota lainnya dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 240 ribuan orang. Oleh prestasi ini maka Pintu Air menyabet gelar sebagai Koperasi Primer Nasional dengan capaian aset dan anggota masuk peringkat III nasional. (Marsel/42na-Sabu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *