Bidik Pasar ASEAN, TransNusa Berniat Beli Pesawat Sekelas Airbus A220

Pesawat uji terbang Airbus A220-300 jalani tur demonstrasi keliling Asia. Sumber gambar: Airbus. (Sumber Foto : IndoAviation.com)

TransNusa saat ini sedang merumuskan rencana bisnisnya untuk menangkap potensi pasar penerbangan dalam beberapa tahun mendatang. Tak hanya akan semakin menggeliat dengan membuka sejumlah rute baru domestik, maskapai yang berbasis di Kupang, Nusa Tenggara Timur ini juga akan berekspansi dengan manambah jaringan destinasi internasional.

Saat ini TransNusa telah memiliki rute penerbangan internasional yang mengubungkan Kupang dengan Dili, Timor Leste. Penerbangan perdana rute tersebut digelar pada 14 Juni 2019.

Direktur Pelaksana TransNusa, Bayu Sutanto mengakui bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses persiapan untuk membuka rute baru penerbangan internasional.

“Saat ini, kita rute internasional dari Kupang ke Dili. Kemudian dalam proses, kita juga akan ke Australia di Darwin. Mudah-mudahan Q1 atau awal tahun depan,” tutur Bayu kepada IndoAviation .com saat seremoni kerja sama TransNusa dengan China Aircraft Leasing Group Holdings Limited (CALC), Selasa (10/12/2019).

Bukan hanya membidik Darwin, rencananya akan ada sejumlah rute internasional lain yang dibuka. Bayu mengatakan, rute-rute internasional yang akan dibuka khususnya masih dalam lingkup kawasan ASEAN. Saat ini pihaknya juga sedang melakukan studi untuk melihat seberapa besar peluang pasarnya.

“Kita lagi studi juga beberapa rute internasional. (Rutenya) tentu yang dekat-dekat, di ASEAN, (yakni) Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam,” papar Bayu.

Selain itu, maskapai juga akan membidik potensi pasar di Asia Timur. Hal ini seperti diugkapkan CEO sekaligus Direktur Eksekutif CALC, Mike Poon yang mengatakan bahwa kerja sama antara TransNusa dengan CALC juga akan meningkatkan pasar penerbangan Indonesia serta mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari China.

Tambah Pesawat Sekelas A220-300

Seperti diketahui, maskapai ini memiliki 10 pesawat ATR yang terdiri dari seri 42-500 dan 72-600 dan rata-rata berumur 5 tahun. Untuk mengakomodir rencana ekspansi penerbangan internasionalnya, TransNusa juga akan menambah pesawat baru dengan kapasitas yang lebih besar dari armada yang ada saat ini. Sayangnya Bayu belum bisa menyebutkan lebih jauh jenis pesawat yang dimaksud.

Direktur Pelaksana TransNusa, Bayu Sutanto. Sumber gambar: IndoAviation/Ery.

“Mungkin akan pakai narrow body. (kapasitas pesawatnya) antara 100-150 penumpang, narrow body (berbadan sempit) yang mendekati regional jet,” tutur Bayu.

Belum diketahui pesawat jenis apa yang akan memperkuat TransNusa untuk ekspansi pasar internasional. Namun dengan kapasitas angkut 100-150 penumpang seperti yang disebutkan Bayu, jenis pesawat yang mendekati karakteristik itu adalah keluarga Airbus A220.

“Ya kira-kira spesifikasinya seperti itu (A220),” aku Bayu saat ditanya IndoAviation, Rabu (11/12/2019) malam.

Airbus A220 sebelumnya dikenal sebagai Bombardier CSeries, yang merupakan keluarga pesawat berbadan sempit yang dirancang dan dibangun oleh pabrikan asal Kanada, Bombardier Aerospace. Jenis pesawat ini terdiri dari dua tipe, A220-100 (sebelumnya CS100) yang berkapasitas 108-133 kursi dan A220-300 (sebelumnya CS300) dengan kapasitas 130-160 kursi.

Di lingkungan global operator pesawat keluarga A220 adalah Swiss International Air Lines, airBaltic, Korean Air, Air Tanzania, Delta Air Lines, dan EgyptAir. Saat ini total pesanan pesawat tersebut mencapai 530 unit dan telah terkirim 98 unit. (Sumber : IndoAviation.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *