Semarak Pesona NTT di WTM London

Delegasi Indonesia di World Tourism Market di London belum lama ini. Foto : Dok.DisparNTT

World Travel Market (WTM) di London, Inggris menjadi salah satu pasar penjualan produk wisata terbesar dunia yang diikuti oleh berbagai negara dari 5 benua di dunia. Forum pemasaran pariwisata  bergengsi tahun ini memperlihatkan “pride”, identitas dan harga diri negara. Indonesia sebagai negara besar yang kaya akan berbagai potensi alam bahari dan budaya dalam kesempatan ini menunjukkan eksistensinya sebagai negara berdaulat dengan segala potensinya.

Event yang berlangsung selama sepekan di London itu  dikuti delegasi dari NTT. Gubernur NTT Vicktor Laiskodat dikabarkan memimpin langsung rombongan tersebut didamping Ketua Tim Ahli Gubernur Bidang Pariwisata Rocky Pekudjawang, Kadis Pariwisata NTT Marius Jelamu, Ketua Asita NTT Abed Frans dan beberapa Pelaku Pariwisata lainnya

WTM London menunjukan kelasnya sebagai sebuah event dhasyat yang memberi dampak ekonomi bagi negara itu sekaligus manfaat promosi yang luar biasa bagi negara-negara peserta. Bagaimana dampak penyelenggaraan event Internasional di suatu negara. Bisa dibayangkan berapa kontribusi WTM terhadap perekonomian di  London ketika ribuan orang dari semua belahan dunia hadir.

Kepala Dinas Pariwisata propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  Dr. Marius Jelamu yang aktif memosting aneka kegiatan rombongan NTT di medsos Facebook langsung dari ExCel London England saat itu mengungkap tentang begitu luar biasanya sebuah pageleran event promosi internasional.

Baginya, Nusa Tenggara Timur harus menjadi sebuah wilayah yg terbuka, yang inklusif dan beradaptasi dengan dinamika Internasional. Ketika kita selalu dekat dengan dunia (negara2 lain) maka dunia mengenal kita, berkomunikasi dengan kita, datang mengunjungi kita dan tinggal dengan kita. Dan saat dunia tinggal dengan kita melalui interaksi ekonomi, sosial, budaya yang saling menguntungkan.

“Kalau mau maju kita lari mengejar kemajuan itu. Kita raih kemajuan itu. Kita tarik kemajuan itu, membawanya ke rumah NTT. Jadilah bagian dari dunia. Bawa dunia ke NTT dan bawa NTT ke dunia,’paparnya

Dikatakan ribuan pelaku usaha di bidang pariwisata yg datang dari berbagai negara di dunia memadati ExCel London. Mereka saling bernegoisasi utk mempromosi dan memasarkan keunggulan pariwisatanya. Indonesia yang mengambil bagian dalam event Internasional ini menampilkan produk-produk  wisata dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pariwisata RI Dr.Arief Yahya nampak meladeni para wartawan Internasional yang bertanya banyak tentang Indonesia. Nusa Tenggara Timur yang populer dengan berbagai destinasi wisatanya terutama Taman Nasional Komodo menjadi incaran para wisatawan. Sumba sebagai salah satu pulau terindah dunia juga menjadi incaran para pebisnis wisata termasuk juga Rote, Lembata, Alor, Waerebo, Kelimutu dan destinasi lainnya.  Dalam forum ini kami promosikan semunya tentang NTT. Tentang semua unggulan kita. Semarak NTT terasa di London,” ungkap Marius

Ketua ASITA NTT, Abed Frans terpisah mengatakan WTM merupakan salah satu kegiatan misi promosi dan penjualan paket wisata dunia disamping ITB Berlin. Bagi daerah yang mau mempromosikan daerahnya makan WTM dan ITB sangat direkomendasikan karena dalam event ini semua industri pariwisata dunia terlibat mulai dari yang terkecil sampai yang paling besar.

Dia berharap agar pemerintah propinsi NTT lebih banyak mendorong pelaku wisata lokal untuk terlibat dalam forum bergengsi itu, agar jangkauan jaringan kerja para pelaku wisata lokal bisa lebhi luas dan dikenal dunia

Ketua Tim Ahli Gubernur Bidang Pariwisata Rocky Pekudjawang dalam beberapa komentarnya berharap tahun depan propinsi NTT mesti mempunyai boad/stand sendiri dalam ajang bergengsi itu. Kalau kali ini kita masih sama-sama dalam satu delegasi nasional wonderful Indonesia, harapan kita tahun depan bisa NTT bisa memiliki boad sendiri sehingga lebih fokus jualan paket wisatanya dan manfaatnya lebih terasa,” ujarnya (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *