Rizka Dwi Kurnia: Tenun NTT Karya Kreatif Yang Mendunia

Teks : Fidel Nogor / Foto : James Radar

 

Model Riska Dwi Kurnia- Foto : James Radar

Eksotika Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia memang tak dapat disangkal. Dimana-mana orang bicara tentang tenun  ikat NTT dengan segala kekayaan corak dan motif. Makin fenomenal. Beberapa event promosi wisata dunia sekelas American Fashion Week dan Paris Fashion Week bahkan menampilkan maha karya tenunan NTT sebagai tajuk utama. 

Selain keindahan coraknya, proses pembuatan yang sulit dengan bahan dasar pewarna alami juga menjadi alasan mengapa tenun ikat daerah ini menjadi khas diantara deretan lembaran karya tenun nasional. Hasil karya kreatif wanita NTT ini terus menghipnotis para pemburu motif dan fashion internasional.

Kesan seksinya Tenun Ikat NTT juga diakui Riska Dwi Kurnia, seorang model dan penikmat fashion nusantara. Dia terpesona, bangga dan seakan jatuh cinta. Ragam motif tenunan daerah ini kerap mengundang decak kagum. Rizka bahkan merasa lebih cantik ketika memakai tenunan dari beberapa daerah ini dalam foto session.

Benar bahwa selain nyaman dipakai, corak tenunan khas Bumi Flobamora ini  memang unik dan menantang. Bisa dipakai sebagai gaun, lebih glamour, tetapi tetap  berkesan dikelasnya. Motif-motif khas seperti motif Sumba, Alor juga Maumere bisa jadi pilihan untuk performance dengan style santai atau casual.

“Saya bisa keliatan lebih anggun tapi juga sangat fashionable dan stylist ketika mengenakan design yang moderen. Keren dan rasanya saya lebih percaya diri dengan busana berbahan dasar motif NTT,” ujar wanita kelahiran Bengkulu 27 Juni 1993 ini.

Saking cintanya pada tenunan membuat Rizka menghabiskan sebagian besar waktu Jeda Terbangnya bersama mitra fotografer James Radar dan tim-nya untuk melakukan sesi pemotretan di beberapa destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur. Dibalut beberapa aksesories khas setempat, dia nampak anggun di depan kamera. Konsep-konsep fotografernya memang nampak sederhana tetapi natural. Pilihan ini tentu cocok dengan alam NTT yang tropis.

Daya Pikat dan Harga Sepadan

Selain untuk keperluan busana adat maupun model fashion, karya tenunan NTT ini juga kini mulai dibidik pasar-pasar moderen. Beberapa pernak pernik dari tenunan sudah mulai dikonversi menjadi produk-produk souvernier nan cantik. Ada jenis gelang, tas, sepatu, dompet dan aneka ragam produk seni lainnya dari kain percah tenun tersebut.

Rizka sependapat soal mahalnya tenun ikat oleh karena proses pembuatannya yang masih manual dan dikerjakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Itulah sebabnya darah manis buah pasangan Sukarmen dan Ritha Miharti ini memuji wanita-wanita NTT yang menurutnya sangat kreatif dan ulet.

“Memakai tenun ikat NTT itu sebuah kebanggaan buat saya. Terasa senang bisa menggunakan kostum tenun asli NTT. Selain motifnya yang beragam, khas, terang dan jadi padanan yang bagus untuk semua jenis dan warna kulit. Saya ingin lebih mengenal tenun disini juga karena proses pembuatannya yang lama dan rumit. Wanita NTT memang kreatif dan ulet,” ujar pemilik zodiak Cancer ini

Karena daya pikat itulah, Rizka optimis hasil karya tenunan  masyarakat NTT pasti dikenal luas hingga ke mancanegara. Benar kalau saat ini banyak pihak sudah mempromosikan keunggulannya. Kuncinya hanya dipromosi; kalau intens dilakukan pasti bisa,’ujarnya.

Rizka yang kini menjadi pramugari pesawat TransNusa itupun berkisah pengalamannya kalau terbang kemana-mana dia sering menjumpai orang menggunakan motif NTT.

Baginya menggunakan motif NTT dirinya kelihatan lebih Indonesia. Produk-produk karya tenunan itu telah menjadikan NTT punya daya pikat tersendiri dimata nasional dan dunia selain karena kekayaan alam, budaya dan baharinya.

Model Rizka Dwi Kurnia. Foto : James Radar

Cintai Karya Kreatif Indonesia

Memakai tenun ikat juga adalah soal jati diri. Bagi Rizka mengenakan kostum tenun itu, seseorang terlihat lebih mencintai alam dan karya-karya kreatif Indonesia. Dia berpesan untuk generasi muda NTT untuk mencintai daerahnya.

Anak muda NTT, mari cintailah produk-produk kreatif asli daerah ini. Jaga kebersihan alam, rawatlah budaya. Hanya dengan itu maka visi bersama untuk memajukan pariwisata sebagai sebuah industri bisa dicapai. Orang NTT harus tunjukan kemampuan diri. Tingkatkan kreatifitas dan terus berusaha maka kita bisa bersaing dengan sesama saudara dari daerah lain,” pintanya

Soal tenun ikat yang begitu eksotis, Rizka berharap tenun NTT terus diproduksi dan menjadi sebuah sumber pendapatan baru yang potensial. Dia yakin masyarakat Indonesia dan dunia akan terus menggunakan produk-produk hasil karya anak-anak Indonesia yang ada di NTT.

 “Saya suka tenun dari Maumere dan Sumba karena corak dari tenun tersebut lebih menyala dan cirikhas daerahnya lebih kelihatan. Namun demikian tenun Alor, Flores Timur, Sabu dan Timor  juga punya keunikan tersendiri. Intinya semua tenun saya suka,” tulisnya kepada Fortuna Media Group. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *