Hadjon- Boli Gagas Festival Kegembiraan Paskah, Festival di Adonara dan Solor

Bupati Flores TImur Anton Hadjon, didaulat secara adat ketika memasuki arena Festival Nubun Tawa di Desa Bantala belum lama ini. Foto ; dok.Fortuna

Perhatian Pemerintah Kabupaten Flores Timur terhadap pengembangan sektor pariwisata dan budaya boleh diacungi jempol. dalam kepemimpinan Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Boli, segmen ini seakan menemukan ruang untuk diangkat kembali ke permukaan. Ada tekad yang kuat untuk memperkenalkan pariwisata FLores Timur ke pentas nasional dan dunia melalui even berbasis seni budaya dan pariwisata.

Selain mengelar beberapa even akbar sekelas Festival Nubun Tawa beberapa waktu lalu, Pemda Flotim juga berniat menggelar Festival Kegembiraan Paskah di Kota Larantuka dan Festival Budaya di Adonara tahun 2019. Pada tahun 2020 Festival Seni Budaya Daerah yang sama juga akan dihelat di pulau Solor pada tahun 2020.

Bupati Flores Timur Anton Hadjon kepada Fortuna di Larantuka belum lama mengatakan promosi potensi seni budaya dan pariwisata menjadi perhatian serius kepemimpinannya. Baginya festival budaya merupakan momentum emas membangkitkan kembali nilai-nilai tradisi dan budaya Flores Timur kepada generasi muda. Orang Muda Flotim tidak boleh larut dalam kegamangan dan hingar bingar modernisasi dan lalu lupa asal usul.

“Itulah sebabnya event yang digelar semisal Festival Nubun Tawa dan rencana pageran dua event besar yang akan datang menjadi bagian dari cara Pemda Flotim menyelamatkan orang muda Flores Timur,” ujarnya.

Ungkapan yang sama disampaikan saat menutup kegiatan Festival Nubun Tawa di Pantai Leworahang beberapa waktu lalu. Dihadapan Asiten I Setda Propinsi NTT Mikael Fernadez, Wakil Bupati Agustinus Boli dan pejabat dari Kementerian Desa, para pejabat OPD, undangan dan ribuan warga saat itu, Anton mengatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan misi pemerintahan untuk selamatkan orang muda Flotim. Nubun Tawa bermakna membangkitkan kembali kebudayaan agar seni budaya hidup di tengah-tengah masyarakatnya.

Harus diakui sebagaimana spirit “Menata Kota Membangun Desa” yang didengungkan pasangan  muda Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Boli, Pemerintah kabupaten Flores Timur  menempatkan aspek budaya sebagai bagian terpenting dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat.  (adiz/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *