Lonjakan Penerbangan via Bali, Dubes RI- RDTL Minta TransNusa Terbangi Dili-Kupang

Penerbangan Perdana Pesawat TransNusa Kupang-Dili-Kupang, (15/12/2017). Foto ; Fortuna

Musim liburan akhir tahun kini di depan mata. Banyak meskapai penerbangan nasional dan internasional mulai memasang tarif tertinggi untuk semua rute yang dilayani. Kenaikan tarif udara tersebut juga terjadi pada rute penerbangan dari Dili-Timor Leste ke Indonesia via Denpasar, Bali

Operator penerbangan Citilink, NAM Air, dan Sriwijaya Air dari Bandara Presidente Nicolau Lobato Dili, Timor Leste kini mulai mematok harga tiket dengan limit bahaw 240 U$ Dollar untuk sekali terbang. Tarif ini dipastikan terus naik mengingat permintaan penumpang jelang perayaan Natal dan Liburan akhir tahun meningkat.

Dubes RI untuk Republic Demokratic Timor Leste (RDTL), Sahat Sitorus meminta semua meskapai penerbangan Indonesia yang masuk ke Dili agar bisa menekan tarif hingga batas yang wajar meski ada kompetisi harga memasuki musim liburan akhir tahun dan perayaan Natal- Tahun Baru.

Untuk mengurangi lonjakan penumpang, Sitorus bahkan meminta Manajemen Meskapai TransNusa untuk mengoperasikan kembali rute internasional Kupang-Dili-Kupang karena rute ini diyakini sangat prospektif.

Baginya dengan TransNusa menerbangi Dili- Kupang, maka tingginya rute ke Indonesia dari Timor Leste yang selama ini hanya melalui pintu masuk Bali bisa diurai. Dampak lain pasti dirasakan masyrakat karena harga tiket pasti turun.

Meskapai TransNusa sebelumnya memang bekerjasama dengan Manajemen Air Timor di Dili untuk melayani rute penerbangan Kupang-Dili,PP. Meski sistimnya masih charter fligth, dia yakin TransNusa cukup membantu permintaan pasar pelanggan dari  Dili ke Kupang maupun sebaliknya.

“Strategis penerbangan Dili ke Kupang. Saya yakin sekali, makanya kita minta manajemen TransNusa dan Air Timor untuk coba aktifkan lagi karena rute ini. Cepat atau lambat sektor ini pasti berkembang karena pangsa pasarnya pasti,” ujarnya melalui layanan Whaatsapp ke www.fortunaexplore.com, Selasa (13/11).

Dia berjanji akan menemui Manajemen Air Timor di Dili untuk mengoperasikan kembali rute Kupang-Dili,PP yang sempat off beberapa bulan tersebut.

Ditanya soal kemungkinan adanya subsidi dari pemerintah terkait belum maksimalnya laod factor (keterisian kursi) pada rute ini, Sitorus  mengaku bisa saja dilakukan. Namun untuk kepentingan ini katanya pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran pemerintah di 2 negara termasuk pemerintah propinisi  Nusa Tenggara Timur (NTT) yang punya kepentingan ekonomi paling strategis.

Terus Dicoba, Jajaki Juga Airnorth

Rute internasional Dili- Kupang-Dili mestinya adalah pasar potensial bagi bisnis penerbangan. Bahwa masih ada keraguan dari para pengusaha dan operator penerbangan untuk mengoperasikan meskapainya adalah alasan yang klasik dari sisi kalkulasi bisnis. Meski demikian Sitorus mengatakan tidak ada salahnya untuk coba dibuka terus tentu dalam koordinasi bersama.

Menurutnya, selain TransNusa, rute Dili –Kupang, rute Dili-Kupang bisa diterbangi juga oleh meskapai Air North dari Australia  yang selama ini menerbangi Dili- Darwin bekerjasama dengan manajemen Air Timor.

Sitorus mengatakan rute internasional ini selain strategis mempererat hubungan bilateral kedua negara karena kesamaan budaya dan sejarah tetapi juga prospektif dari sisi koneksi bisnis, investasi dan pengembangan pasar pariwisata. (tim/fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *