Uskup Atambua dan Bupati Malaka Gelar Makan Adat

Acara makan Adat sehari sebleium puncak perayaan besar . Foto ; Hery Klau-Fortuna

Sehari menjelang puncak Perarakan Besar Patung Bunda Maria, Nai Feto Malaka di Kabupaten Malaka Keuskupan Atambua, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr dan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran bersama Pimpinan Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah, para Pastor dan Suster, Camat dan Kepala Sekolah, makan adat bersama di aula Dekenat Malaka, Selasa (30/10).

Makan Adat tersebut merupakan tradisi yang dikembangkan di Kabupaten paling bungsu di NTT itu.

Bupati Malaka Stefanus Bria Seran ketika dikonfirmasi wartawan terkait kegiatan itu mengatakan Makan Adat bersama sebagai ungkapan persaudaraan di antara sesama masyarakat Malaka.

“Makan Adat ini sebagai ungkapan persaudaraan dan kekeluargaan di antara sesama dan umat. Inikah persaudaraan sejati yang diturunkan para pendahulu, yang harus dipertahankan dan dilestarikan,” katanya.

Bupati Stef juga menambahkan, Makan Adat juga sebagai perwujudan tatanan budaya Malaka yang selalu mengajarkan bahwa dalam kehidupan ini selalu ada pemimpin untuk dijadikan panutan.

“Buktinya dalam Makan Adat selalu ada yang duduk sebagai pemimpin untuk mendapat sapaan adat sebelum dan sesudah makan. Inilah bentuk sesungguhnya tatanan itu,” ungkapnya lagi.

Terkait kehadiran Uskup Atambua dan Bupati Malaka, Ketua Panitia Perarakan, Petrus Bria Seran mengatakan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bahwa di tahun 2018 ini Pimpinan Tertinggi Agama Katolik di 3 Kabupaten ini bisa hadir dan duduk makan bersama umat di Malaka.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi panitia karena Pemimpin Tertinggi Agama Katolik Keuskupan Atambua hadir bersama Bupati Malaka untuk hadir dalam acara yang bernilai rohani ini,” ujarnya.

Sesuai informasi, usai Makan Adat dilanjutkan dengan Doa Bersama di depan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka, Pawai Lilin dan pada keesokan harinya Uskup Atambua yang akan memimpin Perayaan Puncak Perarakan Besar Patung Bunda Maria, Nai Feto Malaka yang akan dihadiri ratusan ribu umat di Keuskupan Atambua. (Herryklau/ kominfo malaka/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *