Bupati Sabu Raijua Dorong BumDes Urus Pariwisata

Da’ba, Sebuah Ritual Tahunan yang wajib digelar masyarakat Sabu Raijua. Foto : Istimewa

Pariwisata menjadi satu isu seksi dan sektor kunci kedua yang kini mulai digenjot serius pemerintah untuk mendulang devisa nasional dan meningkatkan perekonomian bangsa setelah migas. Nah, cara yang sama mestinya dilakukan pemerintah propinsi dan Kabupaten/Kota di propinsi NTT.

Salah satu langkah nyata  yang mesti dilakukan pemerintah saat ini disetiap jenjang adalah menggendeng para pihak terutama pelaku ekonomi, pengusaha dan masyarakat  untuk terlibat langsung dalam percepatan pembangunan sektor ini

Di Kabupaten Sabu Raijua, isu strategis untuk membumikan pariwisata sudah dilakukan pemerintah daerah dengan menggandeng para Kepala Desa, para perangkat serta kelompok masyarakat yang terwadah dalam unit usaha ekonomi produktif desa semisal BumDes.

Plt. Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke mengatakan pihaknya tengah mengajak para Kepala Desa untuk terus mendukung pengembangan destinasi wisata di masing-masing desa. Salah satu caranya adalah menjadikan pariwisata sebagai program prioritas Dana Desa yang terakomodir dalam Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Kita ajak para Kepala Desa untuk plotkan sejumlah anggaran desa dengan mengedepankan kearifan lokal. Perhatikan potensi apa yang bisa dikembangkan dari DumDes untuk mendukung pariwisata. Penataan destinasi, pengembangan makanan khas Desa atau juga menyiapkan souvernier yang bisa dipasarkan dari desa untuk pengunjung atau wisatawan,” ujar Bupati Rihi Heke kepada Fortuna di Kupang belum lama ini.

Sosok low profile ini bahkan telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menggelar Lomba Kuliner Berbasis Pangan Lokal, Lomba Souvernier dan Lomba menghasilkan berbagai karya kreatif antar kecamatan. Tujuannya untuk menghasilkan kuliner khas Sabu yang standar serta meningkatkan kreatifitas masyarakat Sabu dalam karya dan cipta untuk mendukung sektor Pariwisata dan Industri Kreatif.

Kita lombakan, setiap kecamatan ciptakan souvernier khas Sabu yang diambil dari bahan baku Sabu Rajiua apakah dari kayu, batu, limbah kain, gula air dan lain sebagainya yang bisa jadi lebih bermanfaat untuk oleh-oleh bagi pengunjung/wisatawan. Kalau ini terjadi maka berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya

Memang benar urusan menata destinasi butuh kelengkapan Aksibilitas, Amenitas dan Atraksi (3A). Penataan destinasi mesti memperhatikan persoalan akses ke lokasi, isi dalam destinasi serta apa yang bisa dilihat dan dinikmati dalam kawasan itu. Syarat itu mutlak diperkukan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan disebuah daerah tujuan wisata.

Orang nomor satu di Sabu Raijua itu juga mengingatkan soal pentingnya pelayanan prima dan kenyamaan bagi wisatawan ketika berada di destinasi karena apapun yang mereka temui akan diwartakan luas ke sanak familinya ketika mereka kembali ke negara atau tempat asalnya

Dia berharap padu padan aneka even menyongsong HUT Sabu Raijua ke-10 tanggal 26 Nopember 2018 nanti menjadi awal Kebangkitan Pariwisata Sabu Raijua. Apalagi event-eventi itu sudah dirancang digelar pra-dan pasca HUT Sabu Raijua.

Dewan Mone Ana, sebuah lembaga adat yang dibentuk untuk mendukung pembangunan di Sabu Raijua. Foto : Istimewa

Fasilitasi Dewan Mone Ana

Untuk urusan budaya, pemerintah Kabupaten Sabu Raijua sejak awal kepemimpinan Bupati Marthen Diratome dan Wabub Nikodemus Rihi Heke telah memberi perhatian bagi pengembangan kebudayaan Sabu Raijua bekerjasama dengan para tokoh adat (Mone Ana). Bahkan atas kesepakatan para pihak, telah dibentuk Dewan Mone Ana. Komunitas ini menjadi mitra pemerintah untuk membantu masyarakat melestarikan kekayaan seni budaya daerah termasuk perhatian bagi mereka yang masih tergolong menganut Jenitiu/Animisme.

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga memfasilitasi dukungan anggaran untuk revitalisasi dan rehabilitasi puluhan Rumah Adat di Sabu Raijua dengan total anggaran Rp50 per unit. Kini para tokoh adat terus libatkan dalam konteks pelestarian budaya kepada generasi muda Sabu Raijua,” kata nya (tim/42na)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *