Anis dan Rintho Tangkap Peluang Bisnis Wisata di Flores Timur

Aktivitas Ekonomi di Pantai Asam Satu Weri, Larantuka. Foto ; Adiz- Fortuna

Berbicara mengenai pariwisata, tak terlepas dari aspek ekonomi. Hadirnya Weri Asam Satu Beach sebagai objek wisata pantai terpopuler saat ini di Kota Larantuka sudah seharusnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat khususnya anggota Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompengpar) kelurahan Weri.

Pantauan Fortuna, sebagai pengelola, kelompok yang beranggotakan 50 orang lebih ini belum maksimal menangkap peluang bisnis yang secara nyata terpampang jelas di depan mata.

Dikatakan demikian karena dari sekian banyak anggota, hanya 2 orang saja yang saat ini “menjemput bola” dengan menyediakan jasa pendukung komersil di lokasi ini.

Om Anis Kumis, adalah pria yang berinisiatif membuka lapak kecil-kecilan untuk menjajakkan Snack dan minuman ringan. Baginya peluang usaha ada dimana mana asal kita pandai menangkapnya. Apalagi saat ini pemerintah sudah cukup membantu menyediahkan wadahnya.

“Ini peluang besar untuk kami, pemerintah telah menyediakan wadah, tinggal bagaimana kami mengelolanya menjadi uang,  Saya sengaja membuka lapak mini ini untuk memancing teman-teman yang lain agar termotivasi melakukan hal yang sama. “Saya kira ini sesuai dengan program pemerintah (menyelamatkan orang muda), jadi orang muda harus lebih pro aktif dan berani mengambil langkah produktif”, tandas nya.

Anis mengaku dapat meraup omset di atas Rp 500.000 per hari saat musim ramai.

Hal senada juga diterapkan Rinto Waton, bermodalkan perahu motor bantuan dinas perikanan Flotim, pria hitam manis ini menyediakan jasa berkeliling bagi pengunjung untuk menikmati indahnya pemandangan terumbu karang sekitar pantai yang terkenal dengan hamparan terumbu karang yang luas ini. Harga yang ditawarkan untuk sekali naik perahu terbilang murah, hanya Rp5000 per-kepala.

Menurut Rinto, masih banyak jenis usaha yang bisa diterapkan di sini, “tidak usah terlalu banyak berpikir, cukup contohi saja daerah lain yang pariwisatanya sudah lebih maju”, pungkas nya.

Eksotika Asam Satu Beach Larantuka, Flores. Foto : Adiz-Fortuna

Menyikapi hal tersebut, Kadispar Apolonia Corebima melalui kepala bidang pemasaran, Silvester Kabelen,  berharap apa yang sudah dibangun pemerintah, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal.

“Mereka harus menjemput peluang yang ada, tidak hanya memposisikan diri sebagai obyek tapi juga sebagai subyek atau pelaku, ketika keduanya sudah jalan, apa yang diharapkan pemerintah untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata dapat terwujud” ujarnya.

Pemerintah kabupaten Flores Timur telah mengucurkan dana sebesar 725 juta untuk pembangunan fasilitas Asam Satu seperti Gazebo, Jalur pedestarian, Toilet, ruang ganti dan pagar, selanjutnya pengelolaan diserahkan kepada Kompengpar dengan pembagian hasil 60% untuk pengelola dan 40% untuk Pemda.

“Selama ini program pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah sudah cukup sering dilakukan, namun komitmen untuk pengembangan diri masyarakat itu sendiri yang belum nampak, mereka tidak boleh hanya berharap dari retribusi saja tapi harus lebih dari itu”, tutup nya. (adiz/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *