Kuliah Mandiri Ke Taiwan, Neli Kabelen Bilang Terimakasih Untuk Pemkab Flotim

Kornelia Neli Kabelen. Foto : Istimewa

Salah satu calon mahasiswa yang terpilih mengikuti program Kuliah-Kerja Mandiri, kerja sama Pemda Flores Timur, NTT dengan Stikom Bali adalah Kornelia Neli Kabelen. Gadis manis asal Adonara ini begitu bangga dan terharu bisa terpilih untuk belajar ke kampus ternama di luar negeri.

Kepada Fortuna Neli (sapaan Kornelia Kabelen,red) menuturkan kisah hidupnya sebelum terjaring menjadi 1 dari 50 orang anak Flores Timur yang siap berangkat ke Taiwan.

Dikatakan karena keterbatasan ekonomi keluarga maka usai menamatkan SMA pada 2 tahun silam dia memilih untuk menemani sang mama bekerja di kebun. Situasi itu diperparah lagi dengan kondisi sang ayah yang memang juga sakit-sakitan.

Tidak ada harapan sama sekali untuk melanjutkan studi, apalagi keluar negeri. Impiannya ingin menjadi orang sukses seketika pupus. Niat untuk punya penghasilan besar dan bisa membahagiakan orangtua tinggal kenangan.

Masa remajanya memang betul-betul dihabiskan di kebun bersama kedua orangtua dan ketiga adiknya. Dalam hati kecilnya dia terus berdoa agar bisa diberikan jalan untuk bisa bersekolah lagi dan minimal kuliah di Flores. Dua tahun menjadi “gadis kampung” memang tidak enak. Tapi harus diterimah dengan lapang dada karena situasi dan kondisi.

Doa gadis ini kecil ini baru terjawab tahun 2018, ketika ada informasi dari sanak keluarga kalau ada program belajar mandiri ke Taiwan yang digalakan Pemkab Flores Timur bekerjasama dengan Kampus di Bali. Dia mencoba mengikuti seleksi dan akhirnya lolos dan diberangkatkan ke Bali pada awal Agustus kemarin.

Dengan keterbatasan biaya yang titipkan sang Ibu, dia terus mengikuti kegiatan Karantina dan Pembekalan persiapan ke Taiwan selama 3 bulan di Bali. Melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma (Stikom Bali Group) mereka diajari bahasa Mandarin, bahasa Inggris, diperkenalkan tentang profil Taiwan secara umum dan juga profile kampus dan peluang kerja yang mereka akan lakukan.

Stikom Bali memang bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di Taiwan diantaranya National Taiwan Ocean University, Taipe University Of Marine Tecnology, Mingdao University dan Chienkuo  Technology University. Selain ada koneksi akademik tetapi kampus-kampus ini juga bahkan menyiapkan ruang dan “laboratorium” bagi  mahasiswanya untuk bekerja disela-sela jam kuliahnya dengan upah yang memadai.

Saat ini beberapa mahasiswa dari Flores Timur gelombang pertama yang sudah mahir dan telah mendapatkan visa sudah diberangkatkan. Beberapa lainnya masih menunggu Visa untuk selanjutnya diterbangkan ke Taiwan dalam bulan ini.

Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjoin dan Ketua Penanggung Jawab Stikom Bali, Dr.  Dadang Hermawan yang menginisiasi program ini tentu bangga kalau generasi Muda Indonesia meraih sukses. Belum lama ini mereka bertemu di Denpasar disela-sela kegiatan pelatihan. Keduanya berharap program ini bisa berjalan sukses dan dapat menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda yang siap bekerja dimana saja baik di NTT, Bali maupun dipasar kerja internasional karena kecakapan mereka berstandar dunia.

Menurut Neli, program itu memberikan banyak manfaat diantaranya memperoleh pengetahuan dan teknologi dengan standar internasional, selain memiliki keterampilan  dan dapat mempelajari  banyak hal baru yang mungkin belum sempat di dapatkan di Indonesia.

“Saya sangat bangga  karena  saya menjadi salah satunya  yang terakomodir  dalam program ini.   Dengan adanya program ini  saya dapat melanjutkan  kuliah di Taiwan. Bagi saya program ini memberikan banyak manfaat selain pengetahuan, teknologi, keterampilan  tetapi juga media belajar tentang hal baru dinegeri orang,” tulisanya dalam Layanan WA yang diterima www.fortunaexplore.com

Banyak memang yang beranggapan bahwa kuliah di luar negeri itu tak semudah  membalikan telapak tangan. Namun bagi Neli, sukses adalah hak semua orang. Siapa yang mau berproses,menjadikan tantangan sebagai sahabat dan fokus pada impiannya maka pada gilirannya sukses itu akan diraih.

Prinsipnya, tidak ada makan siang gratis, mesti ada harga yang harus dibayar. Dan proses yang benar itu pasti tidak akan mengkhianati hasil.

Dia bersyukur karena program ini dapat menjadikan  dirinya seseorang yang lebih mandiri dalam  menempuh pendidikan. Dia harus berusaha sendiri tanpa support dari orangtua dan keluarga di negeri rantauan.

Neli mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur atas diselenggarakannya program kerja sama ini sehingga dia dan teman-temannya dapat mengenyam  pendidikan selama kurang lebih 4 tahun kedepan di kampus-kampus bergengsi di Taiwan. Program ini lanjut dia sangat baik untuk generasi muda Flores Timur dan NTT pada umumnya.

“Harapan saya semoga  program ini  tetap terus terlaksana di tahun- tahun mendatang.   Pesan saya untuk  seluruh  pelajar Flores Timur, janganlah takut untuk terus mencoba selagi sesuatu itu bersifat positif.  Tetaplah giat belajar  sehingga anda mungkin saja  dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan study di Taiwan, xie xie,,,  zaijian,,”ungkap Neli yang memilih belajar jurusan perhotelan itu. (fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *