50 Calon Mahasiswa Flores Timur Kuliah Mandiri ke Taiwan

Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon ketika mengunjungi para peserta dan pengelola Stikom Bali di Denpasar, (13/10). Foto : istimewa

Pemerintah kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur bertekad melahirkan banyak generasi muda yang cerdas, berkualitas internasional dengan akses pendidikan yang memadai.

Hal itu senada dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon dan Agustinus Boli untuk “Selamatkan Orang Muda” Flores Timur. Salah satu langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Flores Timur yakni mengirim 50 calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Taiwan. Program kuliah sambil bekerja ini dibangun atas kerja sama Pemerintah Daerah Flores Timur dan Manajamen Kampus Stikom Bali.

Adapun 50 orang siswa tersebut terseleksi dari keluarga kurang mampu yang mempunyai niat belajar tinggi dan ingin mandiri. Di Taiwan para calon mahasiswa ini akan belajar dibeberapa kampus ternama sambil bekerja pada paruh waktunya. Uniknya, mereka bahkan membiayai hidup dan kuliah mereka dari hasil kerja sendiri selama 4 tahun.

Sebelum diberangkatkan ke Taiwan, para calon mahasiswa tersebut terlebih dahulu mengikuti magang dan dikarantina di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma (Stikom Bali Group) selama 2 bulan lebih di Bali. Dalam masa karantina itu mereka belajar bahasa Mandarin, bahasa Inggris, diperkenalkan tentang profil Taiwan secara umum dan juga profile kampus dan peluang kerja yang mereka akan lakukan.

Para calon mahasiswa yang sudah mahir secara bertahap diberangkatkan dari Denpasar ke Taiwan. Sambil menunggu proses pengurus dokumen Visa dan syarat lainnya, saat ini sudah lebih dari separuh siswa yang diberangkatkan ke Taiwan

Ketua Penanggung Jawab Stikom Bali, Dr.  Dadang Hermawan  mengatakan Stikom Bali bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Taiwan  diantaranya National Taiwan Ocean University, Taipe University Of Marine Tecnology, Mingdao University dan Chienkuo  Technology University.

Kampus-kampus ini menawarkan beberapa jurusan yakni  Perhotelan, Agribisnis dan Teknik Mesin. Menariknya, setiap perguruan tinggi memfasilitasi para mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja.

Ketika melepas peserta kelompok perdana ke Taiwan belum lama ini, Dr. Dadang berharap para mahasiswa dapat belajar dengan tekun dan juga bekerja serius untuk meraih cita-cita. Dia juga meminta para calon mahasiswa ke Taiwan untuk menampilkan sikap disiplin dan menjaga nama baik bangsa dan daerah.

Sementara Direktur LPK  Darma Drs. Dede Heryadhy saat itu berpesan kepada seluruh  calon mahasiswa untuk memanfaaatan kesempatan emas itu untuk berprestasi dan berkarya. “Kesempatan itu hanya datang  sekali maka manfaatkanlah  kesempatan itu dengan  sebaik- baiknya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan itu,” ujarnya

Pelepasan Para peserta Gelombang I ke Taiwan. Foto : istimewa

Acara pelepasan peserta itu dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Flores Timur. Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon yang dijadwalkan harus hadir dalam acara pelepasan peserta tahap pertama itu baru bisa mengunjungi para calon mahasiswa itu dalam beberapa hari kemudian.

Ketika menemui para calon mahasiswa itu di Kampus Stikom Bali pada (13/10), Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon mengatakan kerjasama pemberangkatan calon mahasiswa ke Taiwan itu adalah sebuah langkah nyata menciptakan generasi Flores Timur yang tidak saja cerdas secara intelektual tetapi juga cakap dalam ketrampilannya. Dengan mengusai kemampuan ganda tersebut maka generasi muda Flores Timur bisa bersaing dipasar kerja tidak saja di Indonesia tetapi juga di kanca internasional.

Baginya ini adalah program perdana dan keberlanjutan program itu sangat tergantung pada  calon mahasiswa angkatan pertama tersebut. Dia juga berterimakasih kepada Manajemen STIKOM Bali dan LPK Darma yang telah menjadi mitra pemerintah yang strategis dengan satu visi meningkatkan SDM anak-anak Indonesia terutama dari Flores Timur Propinsi NTT.

Kepada para calon mahasiswa Bupati Hadjon berharap terus meningkatakan kapasitas diri, tanggungjawab untuk harus berhasil selama di bangku kuliah dan kerja. Calon mahasiwa juga diminta untuk fokus meraih cita-cita sebagaimana harapan diri dan keluarga.

“Keberangkatan ade-ade ini juga berdampak pada  teman-teman lain angkatan berikutnya. Saya sangat mengharapkan laksanakan dengan baik,tunjukan kualitas dan kedisiplinan anda  selama di Taiwan. Jangan kecewakan harapan orangtua ketika melepas ade-ade  ke Bali hingga akhirnya berangkat untuk Studi Mandiri ke Taiwan,” ujarnya. (Fidel/NeliK/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *