Ada Kolaborasi Musisi Jepang dan Seniman Lokal Flotim Pada Festival Nubun Tawa

foto : Alamsya

Puncak Festival Nubun Tawa di desa Leworahang, Kecamatan  Lewolema, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tengara Timur (7/10) seakan menghipnotis para hadirin.Festival yang dikemas meriah itu berhasil mengubah wajah Leworahang menjadi kian eksotis, bagaimana tidak? Semua yang hadir seperti dibawa ke “dunia lain”, terhipnotis oleh suasana malam itu. Suguhan berbagai atraksi budaya, tarian dan musik tradisional didukung balutan alam pantai menciptakan memori indah yang tak mungkin terlupakan.

Salah satu atraksi inti yang ditampilkan adalah kolaborasi seorang musisi Jepang, Yasuhiro Morinaga bersama 4 Seniman Lokal, Magdalena Eda Tukan, Petronela Tokan dan Diaz Bersaudara (Handry & Randy Diaz).

Yasuhiro Morinaga, pria kelahiran Tokyo, seorang musisi berkelas internasional dengan sejuta karya di bidang musik kontemporer. Dia  datang khusus ke Flotim untuk melakukan studi alat musik Gong, menyempatkan diri berkolaborasi bersama seniman lokal Flores Timur menciptakan pertunjukan seni musik dan teatrikal bernuansa ethnik Lamaholot.

Merasa terkesan dengan Seni Budaya Flotim, Pria yang saat ini merupakan anggota dari Ensembles Asia Orchestra yang diorganisir oleh Japan Foundation Asia Center, berjanji akan mempromosikan Seni dan Budaya Flotim dimana pun dia berada.

Handry Diaz, salah satu seniman lokal yang berkolaborasi bersama Morinaga malam itu, mengungkapkan rasa bangga karena bisa beratraksi bersama musisi berkelas dunia.

“Musik itu bisa mempersatukan semua, kami bermain dengan imajinasi dan kreasi, malam ini saya rasakan sebuah tantangan baru dalam bermusik, tantangannya adalah bagaimana kami harus menyesuaikan tempo, ketukan, dan dinamika sesuai rasa yang dia inginkan.” ujarnya

Pemuda lulusan salah satu institut seni Kupang NTT ini juga berharap pemerintah lebih sering menggelar event seperti Nubun Tawa ini untuk memotivasi Tunas Muda Flotim khususnya dalam bidang seni dan budaya.

Harapan seniman lokal ini disambut baik oleh Bupati Flores Timur,Anton Hadjon. Kepada Fortuna, Anton mengatakan pemerintah menaruh perhatian serius pada pengembangan kreativitas orang muda. Baginya orang muda Flores Timur harus diselamatkan dari berbagai ancaman kemerosotan moral dan nilai dengan memperkuat jati diri, budaya daerah dan kreatifitas.

Foto : Alamsya

“Pemerintah akan selalu mensuport  segala bentuk kegiatan positif bagi peningkatan kualitas orang muda Flores Timur. Pemuda Flotim harus diselamatkan dengan berbagai kegiatan yang mengarah pada peningkatan kreatifitas dan kualitas diri berbasis budaya dan kearifan lokal,” pungkas bupati yang terlibat aktif selama 3 hari Festival Nubun Tawa tersebut

Dari penyataan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kemeriahan Festival Nubun Tawa tidak semata-mata bernuansa pesta pora bagi masyarakat Flotim tetapi juga berbagai nilai positif dapat dipanen melalui event ini.

(Adiz/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *