Didukung DPRD, Bupati TTU Optimis Taman Doa “Kristus Raja” Mulai Dikerjakan Tahun Ini

Rencana pembangunan Taman Doa di Bukit Neonbat Kilometer 4 Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT sudah mulai menuai titik terang. Selama ini megaproyek pembangunan tempat wisata rohani itu tersendat karena proses perencanaan yang masih harus disempurnakan dari waktu ke waktu melibatkan para pihak.

Pertimbangan lain yakni untuk pelaksanaan sebuah proyek yang nilai pagunya diatas Rp100 miliar seyogyanya melibatkan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan  Daerah (TP4D). Tim ini bertugas memberikan input dan kajian mendalam dari sisi teknis perencanaan, pemanfaatan anggaran hingga kajian sisi hukum sehingga nantinya proyek itu bisa berjalan aman lancar dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara, Raymundus Fernandes menegaskan komitmenya untuk membangun taman doa itu hingga tuntas di periode kedua kepemimpinannya.

“Megaproyek ini harus berjalan dan ini jadi satu komitmen Pemda TTU untuk mendukung pembangunan pariwisata dan juga menyentuh sisi rohani masyarakat kabupaten TTU yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu. Perencanaan kedua sudah disempurnakan dan kita berharap awal Otkober ini tim teknis sudah bisa melakukan tender dan siap dikerjakan,” ujarnya.

Kepada Fortuna di Kefamenanu,  Bupati Raymundus mengatakan tidaklah mudah untuk menuntaskan ide besar membangun megaproyek tersebut. Tahapan demi tahapan harus dikaji mendalam dan tentu melibatkan para pihak yang berkompeten dibidang itu. Dengan melibatkan TP4D diharapkan program ini menjadi komitmen bersama dan tidak menuai masalah dikemudian hari.

“Ya ini program tidak main-main. Kita komit tuntaskan dan itulah saya mengajak semua stakholders mulai dari Konsultan Perencana, aparat ASN, Panitia Pengadaan, TP4D yang didalamnya ada aparat penegak hukum dan tentu juga masyarakat untuk sama-sama kita mengawal dan mengkaji bersama kemungkinan-kemungkinan terbaik untuk menutaskan pembangunan Taman Doa ini. Semua ini untuk masyarakat dan kita ingin Kota Kefamenau sebagai kota di batas negara ini mempunyai sebuah taman multi fungsi skaligus ikon wisata rohani yang memadai sehingga daerah ini bisa dikenal luas,’ ungkap sosok Bupati energik ini.

Untuk diketahui, desain konstruksi dan perencanaan kawasan taman doa yang menelan anggaran kurang lebih Rp 102 Miliar itu akan menjadi satu-satunya taman doa terindah dengan Patung Kristus Raja tertinggi di dunia. Megaproyek ini dilaksanakan dengan sistim anggaran tahun jamak mulai tahun 2018 hingga 2020.

Adapun rencana design Taman Doa itu merupakan sebuah kawasan yang mempersatukan semua suku bangsa dan juga agama yang ada di Kabupaten TTU. Meski didalam taman doa itu ada bangunan utama Patung Kristus Raja setinggi 58 meter, namun design kawasan itu menjadi fasilitas publik yang bisa diakses semua umat beragama dari berbagai latarbelakang. Kawasan itu akan ditata dengan landskape yang indah serta dilengkapi fasilitas taman dan miniatur rumah ibadah setiap agama yang ada di TTU.

Sebagai kota perbatasan Indonesia dan Timor Leste, maka kata Raymundus, Taman Doa di Kota Kefamenanu itu diharapkan menjadi miniatur Indonesia dan inspirasi keragaman. “Kita harus tetap kampanyekan pluralisme, keragaman sebagai orang Indonesia yang cinta NKRI. Taman doa ini juga menjadi wahana yang efektif sekaligus jadi simbol pemersatu bangsa,”ungkapnya

Yasintus Lape Naif

DPRD TTU Dukung Secepatnya Dikerjakan

Tekad Bupati TTU yang untuk segera membangun patung Kristus Raja yang pengerjaannya mulai tahun ini dilaksanakan mendapat dukungan dari kalangan DPRD Kabupaten TTU. Anggota DPRD Yasintus Lape Naif menyatakan dukunganya untuk pembangunan megaproyek dengan sistim multiyears itu. Dia beharap agar MoU antara Pemkab TTU dan DPRD yang terkait dukungan anggaran itu berjalan lancar dan sukses

“Ini jadi sebuah karya monumental dan tentu ikon baru pariwisatadi kabupaten TTU. Kita terus mendorong agar proyek itu berjalan tepat waktu dan sukses. Pemerintah dalam hal ini harus terus berjuang maksimal agar pekerjaan taman doa itu terlaksana dengan baik oleh perusahaan pelaksana yang harus benar-benar bonafit dan profesional,”katanya

Yasintus yang adalahKetua DPC Partai Hanura kabupaten TTU itu juga menghimbau agar para pihak yang terlibat didalamnya harus benar-benar bekerja total dan mengutamakan kepentingan rakyat karena proyek tersebut menyedot alokasi anggaran yang tidak sedikit. (fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *