Briptu Benny : Siap Bekerja Kapanpun Dibutuhkan

Briptu Yohanes P. Benny. Foto : dok. Pribadi

Kesetiaan merupakan sebuah kata yang mudah diungkapkan namun sulit dalam tataran aplikasi. Kesetiaan tanpa tindakan nyata adalah sia-sia. Hanya orang dengan kematangan emosional dan mau memberi diri seutuhnya yang sanggup menjalankan panggilan tugas itu.

Ungkapan ini seakan menggambarkan sosok Briptu Yohanes Paulus Benny, Anggota Lat.Bagsumda Polres Sikka yang kini menjadi Ajudan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau biasa disapa Pak Roby Idong.

Tiada kata yang keluar dari mulutnya ketika diminta komentar Fortuna terkait kesiapannya menjadi Ajudan Bupati Sikka, sebagaimana Surat Permintaan Bantuan Ajudan dari Pemda Sikka kepada Kapolres Sikka yang diteken Sekda Sikka, dr.Valens Sili Tupen,MKM. Surat yang ditujukan kepada Kapolres Sikka dan tembusannya disampaikan kepada Kapolda NTT itu akhirnya mendapat persetujuan, dan kini Briptu Benny sudah resmi menjadi Ajudan Bupati Sikka.

Dia hanya terdiam dan tak menampakan wajah ceriah meski mengetahui bahwa dirinya yang kembali diminta bupati Roby Idong untuk menjadi Ajudan usai bertugas sebagai Pengawal Pribadi (Walpri). Benny rupanya dinilai begitu sigap dan menjalankan tugasnya dengan baik selama proses politik sejak penetapan sebagai Kontestan Pilkada Sikka hingga pelantikan pasangan Fransiskus R. Diogo Idong dan Romanus Woga sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka, 20 September 2018 lalu di Kupang.

Briptu Benny (sapaan,Yohanes Paulus Benny,red) hanya berujar pendek “siapa menjalankan perintah”. Demikian sebuah ungkapan yang lazim dikalangan militer dan kepolisian sebagai bukti kepatuhan pada garis komando pimpinan.

Untuk diketahui, melalui seleksi yang ketat maka Alumni SPN Kupang gelombang II tahun 2006 itu bersama rekannya Briptu Pius Sareng Gawa PA,S.Kom dinyatakan lolos menjadi Walpri selama proses politik kemarin. Saat itu Briptu Benny sebagai Walpri Calon Bupati Roby Idong dan Briptu Pius sebagai Walpri Cawabup Romanus Woga.

Meski irit bicara, pria yang sebelumnya bertugas sebagai Anggota Sipropam Polres Sumba Barat selama 11 tahun itupun akhirnya mau berbagi cerita tentang pengalamannya bersama Bupati Roby Idong selama proses politik yang menegangkan itu.

Dikisahkan sejak dirinya ditugaskan pimpinan untuk mendampingi Calon Bupati Roby Idong saat itu, hal pertama yang dia lakukan adalah mempelajari karakter dan kebiasaan rutin yang dilakukan sang pemimpin. Gaya dan cara komunikasi adalah ciri yang paling menonjol. Sebagai Walpri dia hanya menyesuaikan dan siap manakala dibutuhkan.

“Saya harus ikut gaya bupati yang bisa online kapan saja. Bliau begitu mudah berkomunikasi dan suka mendengar pembicaraan dan atau keluhan dari siapapun lawan bicaranya,” ujar pria kelahiran Jakarta 15 Juli 1986 itu.

Sosok Roby Idong dimata Benny adalah pribadi yang siap bekerja tanpa kenal waktu. Sebagai kader muda yang bertarung Roby menghabiskan banyak waktunya bersama masyarakat di desa-desa.

“Keluar jam 06.00 pagi pulang jam 2 dinihari. Selama sosialisasi dan kempanye saya temani pak Roby berkeliling ke-742 titik. Ada suka duka dilapangan. Tidak lazim kita harus nginap dikampung-kampung dan jalan kaki ke desa-desa untuk menyambangi warga. Kadang juga harus siap tidak makan karena situasi teknis lapangan. Tapi itulah, seorang pemimpin memang harus punya semangat baja dan tahan banting dilapangan,” ujar alumni SMA Yohanes ke-23 Maumere itu mengenang.

Baginya, bersama Bupati Roby Idong saat ini bukanlah pekerjaan ringan ditengah padatnya jadwal kegiatan dan berbagai urusan pelayanan kemasyarakatan. Meski demikian sebagai Ajudan, Benny siap bekerja kapanpun dibutuhkan. Dia tidak saja siap menjadi pengawal pribadi tetapi juga menjadi “mulut, mata dan telinganya” Bupati Sikka itu dengan berbagai pihak terutama rakyat. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *