Paul Limu Bidik Sektor Pariwisata di Selatan Sumba

Drs. Paul S.K.Limu, Bupati Sumba Tengah Terpilih

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Drs. Paul S.K.Limu dan Wakil Bupati Ir.Daniel Landa menaruh perhatian serius pada pembangunan pariwisata di Pulau Sumba. Mereka bertekad untuk membangun infrastruktur sisi delapan yang menghubungkan Sumba Tengah dan daerah lain disekitarnya.

Menurut Bupati Terpilih Paul Limu, membangun insfrasktruktur pariwisata Sumba harus dalam konteks kawasan dan terintegrasi secara menyeluruh. Lintas Utara dan Selatan Sumba harus dibangun bersama 4 bupati sedaratan Sumba. Pembangunan kawasan wisata Sumba itu juga harus dengan persetujuan gubernur untuk masuk dalam rencana strategis nasional.

Akses Selatan Sumba memang sudah dirintis untuk dibuka tetapi belum optimal. Di bagian Selatan Sumba Tengah di wilayah Kondamaloba sendiri belum terkoneksi padahal wilayah itu sendiri berbatasan langsung dengan hamparan  Hotel Nihiwatu yang adalah hotel terbaik didunia.

Dikatakan hotel Nihiwatu memang masuk diwilayah Sumba Barat namun kawasan pendukungnya dari Nihiwatu sampe ke wilayah Sumba Tengah harus dikembangkan agar bisa mendongkrak sisi ekonomi dari pergerakan sektor pariwsata. Kita akan genjot sisi delapan ini,” ujarnya Paul Limu kepada Fortuna di Kupang belum lama ini.

Perkuat Jejaring

Wajah daerah NTT termasuk di kabupaten Sumba Tengah yang potensial tetapi kalau dikelola dengan hanya mengandalkan kekuatan APBD dan pendekatan proyek maka daerah itu tidak akan maju. Seorang pemimpin perlu menampilkan semangat membangun dengan hati, mempunyai daya dobrak dan visi membangun serta punya jejaring yang bisa diajak bersama-sama membangun daerah yang terkategori masih terbelakang.

Menurut Paul Limu, dari 22 kabupaten/kota di propinsi NTT, salah satu daerah dengan APBD terkecil dan tingkat kemiskinan tertinggi adalah kabupaten Sumba Tengah. Padahal Sumba Tengah merupakan daerah produktif peternakan, pertanian, perikanan dan juga pariwisata. Kalau keempat sektor ini dikelola dengan kekuatan hati, melibatkan masyarakat dengan memanfaatkan jejaring kerja bersama pemerintah propinsi dan pusat temasuk ramah dengan para investor maka “kabupaten kecil” Sumba Tengah itu bisa maju dalam waktu cepat.

Itulah sebabnya setelah lebih dari 30 tahun mengabdi sebagai seorang Pegawai Negeri (ASN) dengan jabatan tertinggi Kepala Kantor Inspektorat propinsi NTT, Paul ingin kembali membangun kampung halamannya. Dia ingin Sumba Tengah maju dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya di NTT.

“Saya kenapa termotivasi untuk kembali ke Sumba Tengah karena pertama secara pribadi saya rasa punya kemampuan karena sudah 30 tahun mengabdi pada negara dan pemerintah jadi saya yakin bisa memajukan Sumteng yang saat ini nampak stagnan meski  potensinya besar. Lahan pertanian dan peternakan yang luas di Sumteng lebih memungkinkan untuk dikelola demi kesejatheraan rakyat dibandingan 3 kabupaten lain,” ungkap mantan penjabat Bupati Sumba Barat itu.

Selain itu meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar warga semisal jalan, listrik dan akses air bersih, banyak sektor kunci yang bisa dikembangkan di Sumba Tengah yakni perikanan, pariwisata dan tentunya meningkatkan  minat investasi. Saya prihatin dari 22 kabupaten/kota di NTT, yang termiskin adalah kabupaten Sumteng. Ini alasan kenapa saya harus lepaskan jabatan Kepala Inspektorat dan maju,” tegas Paul kepada Fortuna belum lama ini di Kupang.

Kini Drs. Paulus Limu dan Ir.Daniel Landa (Paket PKDL) telah dipilih oleh mayoritas rakyat Sumba Tengah menjadi bupati dan wakil bupati Sumba Tengah (Sumteng) periode 2018- 2023. Keinginannya  untuk memajukan Sumba Tengah ada dipundaknya sebagaimana niatnya bertarung di Pilkada kemarin. Tentu janji-janji saat kampanye lagi dinanti rakyat untuk direalisasikan.  (fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *