Dihadiri Ribuan Jemaat Dalam dan Luar Negeri, GKR Nasional di SoE Syarat Pesan Perdamaian

Anggota Persekutuan Doa dari kampung-kampung yang nampak kusuk dalam doa dan puji-pujian pada Yesus.  Foto : Fortuna

Satu lagi event wisata rohani digelar di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi  Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang bernuasa religius Kristen Protestan itu dikemas dalam tema besar Gerakan Kebangunan Rohani (GKR),KKR dan Wisata Rohani Nasional. Event itu dihadiri oleh banyak Kelompok Persekutuan Doa dari berbagai pelosok nusantara dan dunia.

Ribuan jemaat nampak khusus dalam doa dan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka datang dari Australia, China, Malaysia, Timor Leste, Eropa serta delegasi dari  berbagai daerah di Indonesia yakni dari Jawa,Bali, Ambon dan kota-kota di Nusa Tenggara Timur.

Gerakan ini sebenarnya adalah sebuah refleksi atas perjalanan gereja Kristen Protestan di TTS yang berkembang pesat hingga saat ini karena ada peristiwa iman dan mukjizat sorgawi yang pernah terjadi pada tahun 1965 di kota itu.

Harus diakui perkembangan gereja Kristen Protestan di Kabupaten TTS tidak terlepas dari peristiwa agung pada tahun 1965 dimana ketika krisis ekonomi dan politik bangsa terjadi saat itu, semua orang dari berbagai penjuru kampung justru dihibur dengan adanya lawatan iman yang menguatkan, menyatukan dan menyejukan. Masyarakat bahkan diajak untuk terus bersyukur atas anugerah ilahi bagi kehidupan mereka. Berbagai kegiatan Gerakan kebangunan Rohani digelar sebagai penjuru kampung guna mengajak warga mengenal Injil dan meresapi Firman Tuhan.

Para Peserta GKR dari Pulau Jawa dan Sumatera. Foto : Fortuna

Tahun ini adalah HUT Ke-53.mengenang  peristiwa itu. Seluruh jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) diwilayah kabupaten TTS, NTT dan seantero nusantra dan dunia  merayakannya secara besar-besaran dan penuh sukacita. Acara dimulai dari KKR bersama orang dewasa, doa dan puji-ujian, Seminar Nasional Rohani, KKR khusus Anak, napak tilas dan berkunjung ke situs-situs rohani tempat dimana ada mukjizat perubahan “Air Menjadi Anggur” hingga malam Syukuran Persekutuan Doa dan Pawai Berbaris Bagi Yesus yang syarat budaya setempat.

GKR dan wisata rohani nasional itu digelar oleh Yayasan UTUS sebuah lembaga yang mewadahi semua persekutuan doa di Kabupaten TTS dan juga daerah-daerah di pulau Timor. Ketua Yayasan UTUS  Petronela Manafe Fallo nampak sibuk mengkoordinasi hajatan akbar itu. Dia terlibat aktif dalam semua kegiatan teknis dilapangan

Kepada FortunaPetronela mengaku sangat bahagia karena perayaan HUT ke 53 GKR dan Wisata Rohani Nasional tahun ini berjalan aman lancar dan sukses karena perkenanan Tuhan. Tuhan itu baik, bijak dan mengasihi anak-anakNya di TTS dan seluruh penjuru dunia sehingga kegiatan tahun ini banyak dihadiri peserta Kelompok Persekutuan Doa di kampung-kampung pedalaman hingga delegasi dari berbagai daerah  di Indonesia dan dunia.

Satu yang menarik dari GKR akbar ini adalah kita ingin bangkitkan semangat persaudaran, persatuan dan kesatuan juga perdamaian antar sesama umat manusia. Dari SoE, Ibukota kabupaten Timor Tengah Selatan, kita ingin mengabarkan sukacita untuk Indonesia, untuk kerukunanan bangsa dan untuk Ideologi negara kita Pancasila, papar penyelengaran sekaligus Ketua Yayasan UTUS  Soe, Ny. Petronella Manafe Fallo kepada media di sela-sela kegiatan.

Sebagaimana telah dicanangkan sebagai event rohani tahunan yang pasti digelar setiap tanggal 22-26 September di SoE, Petronela berharap dukungan dari segenap jemaat Tuhan untuk terus menebar kebaikan dan kasih Tuhan mulai dari Kota Soe. Kota SoE harus menjadi berkat bagi banyak orang yang berkenan kepadaNya.

Muda-Mudi TTS terlibat aktif dalam Pawai GKR. Foto : fortuna

Meski event itu dihadiri banyak peserta dari dalam dan luar negeri Petronela tetap berharap event itu dikelola oleh Yayasan UTUS karena terkait urusan iman dan juga pribadi setiap jemaat. Kepada pemerintah daerah dia hanya meminta dipadukan dengan urusan promosi pariwisata dan destinasi sehingga para peserta yang hadir dapat juga menikmati berbagai pesona wisata lain di TTS selain untuk kepentingan ibadah rohani dan lawatan iman.

Pantauan Fortuna, kegiatan hari 4 Pawai Rohani diikuti ribuan Jemaat GMIT dan juga denominasi termasuk perserta dari luar NTT. Pawai  yang diisi dengan doa dan puji-pujian itu mengambil star di Lapangan Puspenmas melewati Gereja Efata, Perempatan Masjid Agung Al Ikhlas Soe, Perempatan Bank NTT, melintasi depan Gereja Maranatha dan fisinh di GOR Kobalete dilanjutkan dengan KKR dan doa bersama. (fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *