MAGNET WISATA FLORES TIMUR

Kabupaten Flores Timur dengan ibukota Larantuka yang adalah Kota kecil di ujung timur pulau Flores ini menyimpan sejuta keunikan dan keindahan. Sejauh mata memandang kita akan menemukan dan melihat betapa megahnya karya ciptaan Tuhan ini. Selain memiliki tata kota yang terkesan religius oleh bangunan-bangunan Gereja,Kapela-kapela serta tori-tori kecil di sepanjang kota di Larantuka, Flores Timur umumnya memiliki tradisi Budaya serta Panorama Alam yang layak untuk Anda dikunjungi. Berikut beberapa pesona wisata kabupaten Flores Timur yang kami sajikan untuk anda yang dikutip dari berbagai sumber

  • Kota Larantuka

Sebagai pusat ibukota kabupaten Flores Timur kota ini adalah pusat pemerintahan. Meski demikian penataan kotanya mencerminkan kesan religus yang kaut. Banyak patung dan gereja-gereja serta kapel yang menghiasi seantero kota. Tidak hanya nuansa Katolik tetapi ada juga beberapa mesjid  megah yang dibangun dan berdampingan secara apik. Sebagai kota pelabuhan, Larantuka juga mekelat sebagai pusat warisan religius Katolik Portugis. Kota ini juga telah menjadi sister citynya kota Fatima di Portugal. Dengan saya tarik wisata rohani “ Samana Santa” kedepan kota ini terus ditata sebagai pusat destinasi wisata rohani dunia

  • Pantai Weri   

Pantai in merupakan salah satu Lokasi wisata di pusat kota Larantuka terletak di ujung Timur kota Larantuka. Dengan panorama pasir putih dan sunrise yang indah membuat Pantai ini menjadi tujuan tersendiri bagi wisatawan yang akan datang dan memanjakan diri di pusat kota. Di sekitar pantai anda dapat melihat beberapa hotel,penginapan bahkan restoran Nelayan, sebagai tempat untuk melengkapi hari libur anda. Oleh masyarakat, pantai ini sering disebut Pantai Meting Doeng

  • Wisata Pantai dan Air Panas (wai pelati)

Destinasi wisata pantai dan alam ini sangat popular di kalangan masyarakat Larantuka,karena letaknya yang sangat startegis tak jauh dari terminal Kota Larantuka. Tak jauh dari muara pantai ini anda bisa bisa menikmati hangatnya sentuhan alam alami dari aliran air panas yang mengalir tak henti, sambil menikmati pemandangan alam yang tersaji dengan latar belakang gunung mandiri (ile mandiri), nah ini dia yang membuat tempat ini menjadi sangat istimewa. Fasilitas pendukung wisaata di lokasi ini juga sudah sangat memadai

  • Pulau Konga

Pulau Konga adalah sebuah pulau kecil yang akan tampak sangat indah apabila dipandang dari bukit kecil di jalan trans Larantuka- Muamere. Selain panoramanya, pulau ini jadi menjadi lokasi budidaya mutiara oleh investor Jepang. Dapat dicapai dari Larantuka dalam waktu 1 jam perjalanan, baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan roda dua.

  • Danau Asmara di Desa Waibao

Danau ini terletak di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, berjarak ± 45 Km dari Kota Larantuka menggunakan kendaraan bermotor. Pemandangan alamnya yang indah merupakan daya tarik untuk berwisata. Di samping keindahan alamnya, di dalam danau hiduplah buaya yang oleh masyarakat lokal dapat muncul sesewaktu apabila dibuat seremoni adat. Selain pesoan danaunya, anda dapat pula menyaksikan atraksi budaya masyarakat setempat.Konon, danau alam ini terbentuk akibat letusan Gunung Sodoberawao Kobanara pada tahun 400-500 SM dengan diameter ± 500 meter dan kedalaman 20 meter.

 

  • Danau Kota Kaya dan Benteng Adonara

Kotakaya adalah sebuah danau yang lebih mirip sebagai laguna yang terletak di pinggir pantai Desa Sagu, pulau Adonara. Dengan ukuran luas yang memadai, saat ini tengah dijadikan sebagai lokus budidaya ikan bandeng. Berdekatan dengan Danau Kota Kaya, terdapat Benteng Adonara yang konon merupakan kubu pertahanan menghadapi penjajah. Dari Ibukota Kecamatan ± 7 km dan dapat ditempuh dalam waktu 20-30 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum

  • Rumpun Kepulauan Meko, Adonara

Merupakan kumpulan beberapa pulau atol berukuran kecil yang terletak di sisi timur luar Pulau Adonara. Tepatnya di wilayah teritorial Kecamatan Witihama. Beberapa pulau kecil tersebut di antaranya adalah Pulau Meko, Pulau Bani, Pulau Watan Peni dan Pulau Kenawe serta sebuah pulau mungil berhamparan pasir putih berada di antara pulau-pulau lainnya. Daya tarik dari rumpun kepulauan Meko adalah keindahan alamnya, kondisi taman laut dengan terumbu karang yang masih natural, habitat ribuan kelelewar yang bergelantungan di bakau Pulau Watan Peni, habitat sapi liar, bentangan pulau pasir putih, serta kondisi air laut yang bening bagai kristal. Pesona Meko selalu dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang menggunakan yacht. Aktivitas wisata yang cocok di antaranya adalah berenang, snorkeling, camping, sun bathing, bat watching, menangkap ikan secara tradisional, dan sebagainya. Dapat dijangkau langsung dari Larantuka dengan menggunakan motor laut ± 3 jam perjalanan, atau dari Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur menggunakan motor laut ± 1 jam perjalanan.

  • Pantai Deri Adonara

Pantai Deri di pulau Adonara di Flores Timur.Meski pantai ni belum begitu terkenal para wisatawan, namun pantai ini cukup menjanjikan pemandangan yang indah dan mempesona. Apalagi saat menanti Sunset di Adonara, pantai Deri merupakan lokasi yang paling dituju.

  • Benteng Lohayong ( Porth Hendrikus ) Solor.

Bongkahan beton berusia 500-an tahun berserakan di tebing sampai bergelantungan di bibir pantai, mengisyaratkan ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat sekitar terhadap benteng yang dibangun Portugis pada 1555-1603 itu. Misi Katolik Portugis di daratan Flores dan sekitarnya berawal dari benteng itu. Benteng itu disebut ”Port Henricus XVII”, merupakan bagian dari ziarah religius ”Semana Santa” di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Benteng terletak sekitar 20 meter dari bibir pantai di ujung barat Desa Lohayong, Flores Timur, dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari bekas reruntuhan benteng dapat dipantau secara jelas kapal dan perahu layar yang melintas di Selat Solor, antara Pulau Solor dan Pulau Adonara, Flores Timur.

  • Situs Peninggalan Portugis,Desa Wure

Selain Larantuka, Wureh merupakan salah satu pusat kegiatan Ritual Semana Santa peninggalan Portugis pada setiap musim Paskah. Hingga saat ini benda-benda peninggalan Portugis masih tersimpan dengan baik dalam Kapela Senhor dan Kapela Cruz Costa di Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat. Setiap tahun Wureh selalu mendapat kunjungan dari para peziarah. Dari Larantuka dapat dicapai dengan motor laut selama ± 15 menit. (Dikutip Dari Berbagai Sumber/ 42na)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *