Inilah Hadiah dari Oceania World Travel Bagi VICTORY JOSS

Para Wisatawan ketika menikmati Kunjungan ke SMPN Baun, Amarasi Kabupaten Kupang (5/9). Foto : Istimewa

Oceania World Travel adalah sebuah perusahan jasa perjalanan wisata yang sudah lebih dari 20 tahun berkarya membangun pariwisata di propinsi NTT. Perusahaan yang berdudukan di Kupang ini fokus menghandle paket tour Inbound khusus bagi para wisatawan Kapal Pesiar. Puluhan kapal dengan ribuan orang wisatawan asing telah menikmati jasa perjalanan wisata bersama PT.Oceania World Travel.

Sebagai travel agent yang konsern menghandel paket lokal (local handling), perusahaan ini bekerjasama dengan travel agent dari luar NTT di Bali, Jawa, Timor Leste bahkan Australia untuk menangani tamu-tamu kapal pesiar asing yang ingin berkunjung dari Australia dan daerah-daerah lain ke NTT. Mereka total memberikan layanan tour untuk wisatawan selama berada di NTT dan juga dari NTT  ke Bali, Bima, Australia dan Timor Leste.

Manajemen Perusahaan ini juga secara  intens membangun komunikasi dengan mitra travel agent asing dan regional untuk mengajak para wisatawan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata unggulan di propinsi NTT. Program  marketing paket tour ini bahkan dilakukan jauh hari sebelum NTT mendapat predikat sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional. Oceania World Travel dengan caranya telah memperjuangkan NTT sebagai daerah tujuan wisata kapal pesiar asing.

Nah ada kisah unik di hari ber-rahmat 5 September 2018. Saat dimana NTT menyambut pemimpin baru dengan dilantiknya pasangan Victor Laiskodat dan Josef Nae Soi  (Paket Victory- Joss) sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018-2023 oleh Presiden Joko Widodo di Istana negara.

Betapa tidak, ketika jarum jam tepat menunjukan pukul 10.00 WITA, waktu  dimana pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dilantik, saat yang bersamaan pula kapal pesiar mewah Silver Discoverer yang membawa 250 orang asing dari berbagai belahan dunia lego jangkar di pelabuhan Tenau Kota Kupang dari Australia. Momentum ini mengingatkan kita akan rencana dan gagasan briliant  Gubernur Victor Laiskodat dan Josef Nae Soi yang ingin menjadikan pariwisata sebagai leading sector selama 5 tahun kedepan memimpin NTT.

Merapatnya kapal Silver Discoverer di Kupang ibukota Propinsi NTT ini seakan menjadi kado terindah dari Oceania World Travel bagi kedua pemimpin NTT yang digadang-gadang punya komitmen besar untuk membangun pariwisata NTT.

Untuk  diketahui, Silver Discoverer merupakan kapal pesiar berbendera Panama yang tergabung dalam group kapal pesiar Silversea dan Silvercloud yang mengelilingi Dunia. Tahun ini Silver Discoverer mendapatkan kesempatan untuk berlayar dari Australia memasuki pintu pertama ke Indonesia melalui pelabuhan Tenau Kupang dengan mengakut penumpang dan kru kapal sebanyak 250 orang.

Adapun turis asing yang  turun membeli packages tour lewat perusahaan PT.Oceania World Travel sebanyak 125 orang untuk melihat Kota Kupang dengan segala panorama alam, budaya, bahari dan juga kearifan-kearifan lokalnya.

Owner PT. Oceania World Travel  Yohanes Rumat kepada Majalah Fortuna disela-sela menyambut para peserta di Pelabuhan Tenau Kupang (5/9) mengatakan sebagai Agent Lokal, perusahaanya menghandle  sebanyak 125 orang dari wisatawan itu menggunakan paket  tour yang ditawarkan. Sedangkan selebihnya memilih untuk jalan sendiri melihat kota Kupang sekitarnya.

Menurut Rumat, destinasi utama group wisatawan asing yang tergabung dari berbagai negara itu adalah mengunjungi perkampungan Raja Baun di Amarasi selain city tour di Kota Kupang. Alasannya  karena kampung kerjaan ini memiliki nilai sejarah Dunia. Para wisatawan ingin melihat langsung situs peninggalan berupa Rumah Raja dan keturunan Raja Koroh. Selain karena nilai sejarah, tempat ini memiliki banyak kreatifitas yang bersifat natural seperti tenun ikat tradisional dari bahan baku alami, tarian tradisional, pembuat kertas tradisional dari dedaunan, termasuk menikmati aneka makanan tradisional setempat.

Dipimpin Manager Operasional Oceania World Travel Nur Ningsih dan dukungan dari mitra Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Kota Kupang, para wisatawan juga menyaksikan proses Belajar Mengajar ala Timor di SMP Baun. Tercatat hampir 2 jam mereka berada di Baun sebagai puncak acara tour mereka di Amarasi dan kembali ke kapal pada sore hari, jam 19.30. Selanjutnya  mereka berlayar menuju pulau komodo untuk melihat binatang purbakala yang ada disana.

Untuk diketahui, selama 20 tahun berkarya melayani tamu, banyak kapal pesiar kelas dunia yang didatangkan PT.Oceania World Travel  antara lain kapal Albatros, Seeborn Cruise, MS.Europa, MS.Columbus, Ma.Silversee, The world Cruise dan MS.Oceanic. Ratusan tamu asing itu juga dilayani kapal pesiar mewah lainnya semisal Calodonia Sky dan  MS. Hanzeitic Cruise ke Flores Timur tahun lalu

Yohanes Rumat dengan latar Kapal Silver Discovery. Foto : Istimewa

Berharap Victory Joss Fokus Benahi Destinasi

Sebagai pelaku wisata, Johanes Rumat berharap pasangan Gubernur NTT yang baru Victor B. Laiskodat dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi (paket Victory Joss) bisa memprioritaskan infrastruktur dasar untuk mendukung program kepariwisataan seperti  jalan,listrik, toilet dan memperhatikan kualitas SDM di lapangan. Aspek kebersihan dasar di destinasi harus lebih siap. Hal lain yakni membenahi dan menata destinasi wisata yang ada agar menarik, memiliki nilai lebih dan unik dimata wisatawan.

Johanes Rumat yang kini duduk di Komisi V DPRD Propinsi NTT yang membidangi pendidikan itu juga berharap serius pada penataan SDM yang mengurus sektor pariwisata. Aparat pemerintah yang mengurus pariwisata juga haruslah orang-orang yang mengerti pariwisata dan bukan asal pasang.

“Menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan bukanlah perkara ringan. Untuk menuju kesana maka mereka-mereka yang mengurus atau mengeluarkan kebijakan di pemerintahan bidang pariwisata mulai dari eselon 2 ,3 dan 4 harus memiliki kemampuan bisnis pariwisata dan bahasa Inggris 75 persen, birokrasi 15 persen, politik 10 persen. Kalau pengambil keputusan dalam bidang pariwisata didominasi politik atau keluarga atau   suku, kami yakin dari pemimpin satu ke yang lain hanya akan kaya dengan slogan,” ujar anggota Fraksi PKB di DPRD NTT yang sering  mengkritik keras kebijakan pariwisata NTT ini. (tim/fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *