Tujuh Desa Kaya Magnet Wisata di Flores Timur

Rumah Adat Salah Satu Suku di Kecamatan Demon Pagong. Foto ; Ebed de Rosari

Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menyimpan sejuta pesona wisata. Hampir semua pelosok daerah itu menampilkan keunikan dan keindahan panorama baik dari sisi alam, pantai, religi,bahari, sejarah maupun kekayaan wisata minat khusus lainnya.

Ada fakta menarik jikalau dari sekian spot yang ada di Flores Timur, banyak potensi wisata justru ada di kecamatan Demon Pagong. Bukan rahasia lagi, daya tarik wisata di kecamatan ini sangat beragam, unggul bahkan tersebar merata di 7 penjuru desa yang ada. Anda penasaran dan ingin menikmatinya,, ayo berkunjung kesana.

Ya, Demon Pagong adalah kecamatan yang baru mekar dari induknya Kecamatan Larantuka pada tahun 2007. Secara wilayah administratif Kecamatan Demon Pagong terbagi dalam 7 Desa yakni Desa Lewokluok, Wototika,Bama, Blapanawa, Kawalelo, Lewomuda dan Desa Lamikayang. Semua desa yang ada memiliki keunggulan-keunggulan komparatif. Ada potensi sumber daya yang besar, baik budaya, bahari maupun alamnya. Nah, potensi -potensi ini jika dikelola secara arif dapat memberi benefit, baik secara ekonomi dan sosial.

Desa Lewokluok misalnya sejak 5 tahun terakhir dikenal dan diberi lebel sebagai “Desa Wisata” karena masih secara rutin melaksanakan ritual adat tahunan Koke Bale. Ritual ini biasanya dilaksanakan antara bulan Mei, Juni atau Juli. Situs rumah adat di desa ini hingga kini masih terpelihara dengan baik.

Desa Watotika Ile atau biasa dikenal dengan sebutan Desa Wolo ada potensi sumber daya alam seperti mata air dibawah kaki gunung yang bisa dikelola menjadi area destinasi wisata air dan atau lahan pertanian yang elok.

Ada satu desa yang lagi berkembang baik adalah Desa Bama. Desa ini adalah salah satu desa di Kecamatan Demon Pagong yang sudah mempraktekkan pola pertanian dengan sistem pengairan (sawah). Sebagian besar masyarakatnya sudah menggantungkan hidup mereka dengan bercocok tanam sayuran. Dengan berlimpahnya sumber air Desa Bama, sesungguhnya dapat dikelola dan dikembangkan menjadi area pemandian atau juga agrowisata yang kian memikat.

Keunikan juga ada di Desa Blepanawa terletak diwilayah pegunungan. Disana masih terdapat hutan alam yang kaya akan flora dan fauna khas seperti elang dan gagak flores. Di desa ini anda bisa menikmati wisata treking dan atau wisata minat khusus lainnya yang tentu sangat menggembirakan

Para Wisatawan kapal pesiar ketika berkunjung ke beberapa rumah adat di daerah itu. Foto : Istimewa

Kecamatan Demon Pagong juga memiliki satu desa yang menjadi lokus pengembangan wisata berbasis pertanian. Nah potensi ini dimiliki masyarakat di Desa Kawalelo. Desa ini belakangan dikenal memiliki ladang sorgum dengan varietas terbaik dan memiliki hamparan pasir putih halus seperti tepung.

Sementara Desa Lewomuda dengan potensi ritus budaya dan situs budaya yang terletak digunung serta pantai dan lautnya yang relatif terpelihara sehingga dapat dikembangkan menjadi area wisata hobi seperti memancing atau menyelam. Kandungan ekosistem dan alam bawah lautnya bisa mencengangkan ketika dieskplorasi serius.

Nah bagi anda yang ingin menikmati kebugaran berendam di air panas maka desa ini menawarkan wisata tirta/ wisata air panas yang pas untuk Anda. Ya silakan datang ke Desa Lamika. Anda akan disuguhi sumber mata air panas yang terletak di bibir pantai. Luar biasa bukan?

Harus diakui jikalau semua potensi wisata yang komplit ini dikelola dengan baik dan terencana maka kawasan ini bisa menajadi daerah wisata yang prospektif memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Camat Demon Pagon, Yohanes Hurint,S.Sos, M.Si

Camat Demon Pagong Yohanes Hurint kepada Majalah Fortuna mengakui wilayah penugasannya itu memiliki daya tarik wisata yang amat komplit dan bisa menjadi sumber ekonomi baru yang perlu digenjot serius.

“Ada banyak potensi kita dan sangat lengkap baik dari sisi alam, bahari, dan kekuatan seni budaya serta potensi dan keunggulan komparatif lainnya selain pertanian. Semua ini jadi aset yang bisa dikembangkan jadi destinasi wisata baru. Kami terus berusaha agar spot-spot yang ada kita data, beri sentuhan secara serius meski bertahap dengan harapan bisa  menjadi pemicu sekaligus sumber ekonomi baru bagi warga Demon Pagong, ujar Yohanes

Pria yang sebelumnya menjabat camat Lewolema itu bertekad meningkatkan kreatifitas masyarakat kecamatan dan mengespresikannya menjadi sebuah inovasi dalam destinasi wisata. Kreativitas ini tentu melibatkan semua komunitas seni dan pegiat pariwisata setempat yang kini mulai hidup termasuk partisipasi seluruh masyarakat.

Baginya, pengembangan ini hanya membutuhkan sedikit sentuhan, kemauan yang kuat dan kesadaran untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dalam mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemerintah tentu harus bahu membahu dengan semua stakeholders dan pegiat/komunitas wisata yang ada dikecamatan itu apalagi beberapa desa di kecamatan itu sudah dinobatkan sebagai desa wisata.

Melihat potensi wisata yang bergitu beragam dan tersebar disemua desa yang ada maka tentu ini menjadi kekuatan yang akan diperkaya, dikembangkan untuk selanjutnya mendapat kebijakan politik pro-pariwisata dari Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Boli untuk ditetapkan sebagai Kecamatan Pariwisata. Dengan dukungan politik ini maka semua gerbong pembangunan kecamatan Demon Pagong dan tentu dukungan anggaran diarahkan untuk kepentingan mendukung dan mengaktualisasi percepatan pembangunan sektor pariwisata

Demon Pagong Tradisonal Fishing Contest, Festival Seni Budaya Daerah dan juga Konser Musik Ethnik tingkat kecamatan yang digelar belum lama ini misalnya adalah salah satu model pengembangan potensi sumber daya laut berbasis komunitas dan budaya yang lebih ramah lingkungan dan diharapkan mampu menjadi pendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa. Ini mesti menjadi energi baru untuk lebih serius membangun pariwisata daerah itu

Penyelenggaraan Lomba Mancing Tradisional tahun ini bahkan dilaksanakan oleh Perkumpulan Air Hidup dan Komunitas Pariwisata Demon Pagong dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Kecamatan Demon Pagong, 7 Pemerintah Desa se-Kecamatan Demon Pagong, Disparbud Flores Timur, Bank Mandiri, Misool Baseftin, DKP Flores Timur, BPBD Flores Timur, PDAM Flores Timur, WCS, Weri Cafe & Resto, Lopo Kopi, Nasi Goreng Om El dan Lurah Sarotari-Larantuka. Sebagian besar dukungan berupa peralatan pendukung kegiatan seperti perahu karet, tim SAR, speedboat patroli laut, kapal lempara, peralatan,liputan untuk publikasi dan air mineral. (tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *