Lahirkan 8 Poin Pernyataan Sikap, OKP Cipayung Kupang Kecam Aksi Pemukulan Aktivis di Makasar

Pose Bersama Delegasi OKP Cipayung Usia Diskusi di Markas GMKI Cabang Kupang, (22/8). Foto : Christo Kolimon

Organisasi Kepemudaan  dan Mahasiswa (OKP) Cipayung di Kota Kupang terus melakukan Diskusi- Diskusi Tematik dalam Isu Utama “PEMILU DAMAI”. Terkait pesta demokrasi Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) dan Pemilihan Presiden  (Pilpres) 2019, mereka juga terus mengangkat isu-isu nasional yang aktual dalam kerangka membangun bangsa dan merawat persatuan.

Diskusi hari ini, Rabu, (22/8)  di Markas GMKI Kupang difasilitasi oleh Dra. Yaherlof Foeh, M.Si, sorang aktivis senior GMKI  Kupang yang juga Dosen FISIP Undana Kupang itu dihadiri delegasi dari semua  Kelompok Cipayung yang terdiri dari GMKI, HMI, PMKRI, PMII dan GMNI Kupang.

Adapun Diskusi hari ini juga menghasilkan 8 Poin Pernyataan Sikap yang di Deklarasikan secara bersama antara lain; Pertama Mendesak semua pihak untuk melakukan politik yang damai, tidak membawa isu SARA, intimidasi dan politik uang yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan; Kedua Menyerukan kepada semua elemen masyarakat agar tidak terpancing dengan berbagai provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan tetap menjaga kerukunan walau berbeda dalam pilihan politik;

Ketiga, Mendesak komisi pemilihan umum (KPU) membuka seluruh dokumen-dokumen pemilu dan menggelar pleno terbuka terhadap setiap tahapan pemilu, Keempat Mendesak pemerintah mendesain dan menyediakan peradilan ad hoc pemilu, Kelima, Meyerukan kepada elit politik agar tidak memperkeruh suasana menjelang pemilu 2019; Keenam Menghimbau seluruh partai politik agar dalam berdemokrasi tidak mencederai  nilai-nilai pancasila;

Ketujuh Mengecam aksi pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh masa kampanye #2019ganti-presiden terhadap aktivis PMII di Makassar. Dan Kedelapan, Mendesak aparat menolak ijin deklarasi #2019GantiPresiden yang sangat berpotensi konflik karena gerakan yang dilakukan sarat akan pesan provokatif yang menciptakan konflik horisontal

Suasana Diskusi yang berlangsung santai, Foto : Christo Kolimon

Pernyataan Sikap Bersama ini ditandatangani oleh Ketua GMKI Kupang Cristo Kolimon, Ketua HMI Kupang , Zainudin Umar, Ketua PMII  Kupang Hasnu Ibrahim, Ketua PMKRI Kupang Angelbertus Boli Tobing, dan Ketua GMNI Cabang Kupang Yoseph A.Sukario

Ketua GMKI Kupang Christo M.T. Kolimo, dalam rilisnya yang diterima www.fortunaexplore.com.pada Rabu (22/8) mengatakan Diskusi Tematik merupakan sebuah tradisi baik yang dilakukan dirinya bersama teman-teman OKP Cipayung. Diskusi itu dalam rangka mengkritisi berbagai persoalan kebangsaan yang  mencuat. Diskusi tersebut juga akan dijadwalkan secara bergilir ditempat dan atau sekretariat bersama masing-masing OKP dengan tema- tema yang menarik dan aktual.

“Ini sebuah agenda bulanan dan jadi tradisi baik yang dilakukan kami bersama teman-teman OKP Cipayung untuk terus mengkritisi berbagai persoalan kebangsaan yang  mencuat. Kali ini memang dengan format yang berbeda, dimana hasil diskusi ditindaklanjuti dengan Pernyataan Sikap Bersama termasuk menyusun agenda untuk melakukan audiens dengan pihak terkait,” ujar Kolimon.

Dikatakan OKP Cipayung juga mengecam aksi pemukulan dan intimidasi terhadap aktifis PMII di Makasar yang dilakukan oleh Massa #2019GantiPresiden.

“Kami menyerukan jika bisa, Aksi massa #2019GantiPresiden ini jangan diberi izin untuk memprovokasi isu SARA demi kepentingan tertentu. Karena bagi kita, Persatuan dan Kesatuan NKRI diatas Fondasi Pancasila jauh lebih penting dari segala intrik-intrik politik yang provakatif,” katanya singkat (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *