Kampung Adat Paling Eksotik di Flores Itu Terbakar

Kampung Adat Gurusina di Ngada Flores yang nyaris ludes dilahap ” Si Jago Merah”. Foto : Istimewa

Kabar duka kembali datang dari Propinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah terbakarnya kampung adat di Wologai Ende beberapa tahun lalu dan Kampung  Tarung di Sumba Barat belum lama ini, kini giliran kampung adat Gurusina di Ngada Flores terbakar lagi, Senin (13/8) petang.

Akibat musibah kebakaran itu, 27 rumah adat dari 33 rumah adat yang ada Kampung Gurusina dilalap si jago merah.  Kini hanya tersisa 6 rumah adat dan 1 rumah baca.

Kampung Megalitikum Gurusina  merupakan salah satu kampung adat yang paling eksotik di Indonesia. Kampung ini terletak di Kecamatan Jarebu’u, Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Dari balik kaki Gunung Inerie, Gurusina menyimpan aset wisata sejarah yang unik dan sangat indah. Terdapat banyak kekayaan berupa benda-benda pusaka dan purbakala tersimpan rapih dikampung ini. Masyarakat setempat dikabarkan sangat  menjunjung tinggi nilai budaya. Itulah sebabnya setelah mengatahui musibah ini dari berbagai sumber, ratapan pilu dan ungkapan simpati datang dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi NTT Drs. Sinun Petrus Manuk kepada www.fortunaexplore.com mengatakan kebakaran kampung tradisional Gurusina terjadi sekitar pukul 16.00 wita. Kobaran api diduga bermula dari salah satu rumah adat di pintu masuk kampung. Dugaan kuat karena korsleting listrik dari rumah yang dihuni pasutri yang sudah mulai lanjut usia.

Sebagaimana informasi yang diperoleh Petrus Manuk dari Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Ngada Martinus Reo Maghi pukul 21.30, menjelaskan bahwa saat kejadian umumnya warga kampung, remaja dan orang dewasa sedang di desa tetangga untuk menonton pertandingan bola antar desa dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Saat peristiwa kebakaran itu terjadi di kampung itu hanya tinggal kebanyakan anak-anak kecil dan manula.

Mungkin karena kontruksinya dari kayu dan alang-alang maka hampir semua unit rumah adat itu terbakar. Namun berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran dari BPBD kabupaten Ngada, 6 rumah adat masih bisa diselamatkan. Tidak ada korban jiwa namun sebagian rumah adat dan peninggalan pusakanya tidak dapat terselamatkan. Kerugian material dari masing-masing rumah adat diperkirakan mencapai Rp200 juta, tidak termasuk biaya ritual dan tahapan pembuatan rumah adat.

Saat ini katanya Penanganan darurat, Pemda Kabupaten Ngada sudah menyediakan tenda, logistik dan mengatur warga perempuan dan anak-anak di rumah penampungan dan akan ditangani Pemda selama seminggu. Para pria akan tinggal di tenda tengah kampung dan besok akan dilakukan Ritual Tolak Bala yang juga dibantu pemda setempat.

Sementara itu, tokoh-tokoh  adat bersepakat menerima hal ini sebagai musibah dan bertekad untuk membangun kampung kembali. Untuk itu sangat dibutuhkan bantuan dan dukungan pemerintah terutama pemerintah dari semua tingkatan untuk mewujudkan harapan mereka. Dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terutama dana untuk memulai penataan kampung yang baru. Untuk penanganan darurat kata Manuk, saat ini msh bisa ditangani pemda Ngada.

Kadis Kebudayaan dan kadis Pariwisata NTT Langsung ke Lokasi

Pemerintah propinsi NTT juga bergerak cepat untuk menangani persoalan ini karena apapun alasannya, Kampung Adat Gurusina merupakan salah satu aset budaya sekaligus destinasi  wisata utama yang selalu diminati para wisatawan ketika berkunjung ke propinsi NTT.

Terhadap musibah ini, rencananya esok (14/8) setelah berkoordinasi dengan penjabat gubernur NTT Robert Simbolon, Kadis kebudayaan Pieter Manuk dan kadis Pariwisata Marius Jelamu akan langsung bertolak ke Gurusina untuk memantau kondisi terkini kampung adat itu serta mengambil langkah-langkah teknis pemulihannya.

Peristiwa kebakaran ini  juga menurut Piter Manuk sudah laporkan pihaknya ke Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dan Deputi VII Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK RI.  Dia berharap pemerintah pusat memberi perhatian secepatnya sehingga sedapat mungkin membangun kembali kampung adat itu. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *