Sintus Naif Minta Pemerintah Fokus Benahi Tanjung Bastian

Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes,S.Sos didampingi Wakil Ketua DPRD Yosep Nube, Anggota DPRD Sintus Lape Naif, Camat Insana Utara Dominikus Sio, Sekretaris Dispar TTU Yoaneta Kono ketika menyerahkan Piala Bergilir Bupati TTU kepada Juara Bertahan disaat Penutupan Turnamen Pacuan Kuda di Tanjung Bastian, (5/8). Foto ; Fidel Fortuna

Pesona dan daya tarik wisata kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia sangat komplit.  Daerah itu memiliki alam yang indah, gunung batu yang menakjubkan,  pantai yang eksotis, budaya yang beragam dan tentu keramatamahan masyarakat. Potensi itu mestinya menjadi modal utama bagi pemerintah untuk mengemasnya menjadi sebuah kekuatan dan segmen unggulan yang bisa didongkrak untuk kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi.

“TTU ini sangat unik, kaya dan punya banyak magnet wisata. Alam, budaya bahari dan semua atraksinya lengkap selain posisi strtategisnya sebagai beranda NKRI. Ini kekuatan kita yang mesti dikelola maksimal untuk kemajuan daerah dan peningkatan kesejatheraan rakyat. Kami di DPRD melihat ini adalah potensi yang masih diabaikan,” papar Anggota DPRD TTU Yasintus Lape Naif kepada www..fortunaexplore.com disela-sela menyaksikan turnamen pacuan kuda di Tanjung Bastian, belum lama ini

Menurut Ketua PDC Partai Hanura Kabupaten TTU itu, potensi daerah dan tingginya animo masyarakat TTU terhadap berbagai pagelaran event pariwisata yang ada mestinya mampu menyadarkan pemerintah bahwa pariwisata itu sudah masuk soal kebutuhan akan hiburan. Tren pembangunan pariwisata menurutnya harus mengikuti tanda-tanda zaman. Turnamen pacuan kuda misalnya yang telah menyedot perhatian ribuan masyarakat dari pulau Timor dan Timor Leste harus diikuti dengan langkah teknis dan taktis pemerintah untuk menata kawasan itu sehingga betul-betul menjadi destinasi wisata andalan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi daerah.

“Bagi saya Tanjung Bastian sudah masuk sebuah destinasi wisata unggulan. Kawasan ini mesti benar-benar direncanakan secara profesional untuk ditata dengan dukungan anggaran  yang tidak main-main. Kami di DPRD siap mendukung namun harapan kami pemerintah tolong rencanakan secara matang dan fokus untuk menata beberapa destinasi pilihan yang benar-benar siap untuk dikembangkan. Sebagai anggota Badan Anggaran di DPRD TTU, kita sangat siap mendukung,” ujarnya

Dia juga meminta pagelaran event pacuan kuda di daerah itu lebih dari satu kali setahun supaya memicu percepatan pembangunan kawasan itu apalalgi tak jauh dari lokasi itu sudah ada pembangunan besar-besaran “Kota Wini” yang adalah sebuah simbol kemajuan Indonesia di mata negara lain.

Pantai Tanjung Bastian sangat indah, bersih dan pasir putihnya memikat. Memang sudah ada beberapa fasilitas dasar seperti MCK dan cottage namun nampak tak terawat. Pantauan Fortuna ada beberapa cottage/penginapan yang dibangun namun belum didukung sarana MCk dan Air bersih yang memadai. Kolam renang yang dibangun belum bisa difungsikan karena ketiadaan air dan juga belum maksimlanya penempatan staf profesional dikawasan wisata itu.

Kepala Dinas Pariwisata KabupatenTTU, Agustinus Kesenube

Seksi Namun Anggaran terbatas

Kepala Dinas Pariwasata Kabupaten TTU, Agus Kesenube  kepada Fortuna di ruang kerjanya belum lama ini mengakui kawasan Wini dan Tanjung Bastian adalah destinasi wisata yang seksi. Namun demikian penataan kawasan itu nampak masih sangat lambat karena keterbatasan anggaran.

“Kita memang setiap tahun ada anggaran Rp 100 juta untuk perawatan rutin kawasan itu, namun dilihat dari item kebutuhan yang banyak maka anggaran itu sama sekali tidak cukup. Kapan kita mau menata cottage, MCk dan kolam yang membutuhkan biaya besar karena harus mengintalasai ulang jaringan pipa yang tersumbat karena ketiadaan air. Belum lagi penatan arena pacuan yang sangat luas hingga ke parkiran dan pintu masuk. Kita harap DPRD mendukung kita dengan anggaran yang lebih berpihak pada pengembangan pariwisata,”ujarnya

Agus juga mengatakan kawasan Tanjung Bastian seluas itu masih menyisahkan kandala perencanaan dan penataan karena beberapa areal masih masuk dalam kawasan hutan yang punya regulasi tersendiri untuk proses negosiasinya.

Saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan otoritas Dinas Kehutanan Propinsi NTT  dan pejabat teknis Kehutanan di TTU untuk mencari solusi terbaik. Diharapkan dalam waktu dekat ada kesepakatan sehingga pemkab TTU sudah bisa mengambil langkah-langkah nyata untuk menata kawasan itu menjadi lebih memadai. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *