Gelar Konser di Pantai Lasiana “Haukopas Diligitis” Tampikan Performa Etnik

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu menyalami para seniman Haukopas di panggung utama Konser Etnik saat itu. Foto : Wilfrid Fortuna

Pariwisata Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang makin bergeliat. Anak muda Kota Kupang dan NTT kini rupanya mulai menyadari bahwa urusan pariwisata itu tidak saja menyenangkan tetapi juga ekonomis. Saat ini mereka terus memanfaatkan peluang serta menciptakan berbagai lapangan kerja kreatif dan produktif di segmen pariwisata. “HAUKOPAS DILIGITIS” adalah salah satu komunitas anak muda kreatif di Kota Kupang yang terus menunjukan esksistensi mereka. Dengan kapasitas yang dimiliki, mereka ingin tampil kreatif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pariwisata di Kota Kupang dan Propinsi NTT.

Komunitas itu bahkan sempat menghebohkan warga Kota Kupang dengan menggelar Konser Etnik di Pantai Lasiana pada Minggu (29/7). Dihadapan ratusan penonton, Komunitas Haukopas menampilkan beberapa karya musik dan performa etnik dari beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur. Ada tarian “Mustika Savana” dari Sumba, tarian “AuSueHao” dari Rote, tarian “Oel’ana”,  dari Timor tarian “Paci” dan dari Flores Timur tarian Hedung.

Pantauan www.fortunaexplore.com, event itu makin meriah karena dipandu langsung oleh MC kondang Marianus Kevin yang juga adalah pemain film layar lebar “Persembahan Terakhir” The Movie di Jakarta. Anggota komunitas ini terlihat tampil dengan performa terbaik, atraktif, apik dan sangat menghibur. Selain tarian, mereka juga mampu membius ratusan penonton yang hadir dengan penampilan music kolaborasi Biola dan iringan Sasando yang dimainkan oleh dua orang gadis cilik nan cantik, nona Karen Dian dan Kezia Danielle.

Rudi Tokan Selaku Ketua Panitia Konser dalam sambutannya mengatakan event itu bertujuan untuk mendorong anak-anak muda Kota Kupang harus lebih berinovatif dan terus mempromosikan pariwisata NTT sesuai dengan kreativitasnya masing-masing. Dalam konser kali ini kata Rudi, Haukopas lebih menekankan pada isu ethnic dan culture NTT yang dikemas dalam berbagai pertunjukan.

Dia menguraikan bahwa Haukopas Diligitis berarti Bunga Kasih Sayang. Komunitas yang merupakan rumah kreatif anak muda Kota Kupang itu hadir dengan tujuan yang mendukung industri ekonomi kreatif anak muda dari berbagai bidang seperti Visual, Audio serta berbagai sanggar ethnik. Haukopas saat ini adalah paduan dari “Lopo Gaharu” yang merupakan perkumpulan para penari kreatif dan juga TMC (Timor Music Creatif) serta beberapa segmen industri kreatif lainnya dalam Komunitas itu.

Dalam konser kali ini Haukopas berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata NTT untuk mempromosikan untaian pesona pariwisata NTT.

“Kami sesungguhnya memberikan apresiasi  dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Provinsi NTT karena dengan kebijakannya, mereka telah mendorong pariwisata di NTT ini menjadi sama seperti di Bali dan bahkan jauh lebih sampurna dari Bali,” Rudi Tokan sosok yang selalu familiar dengan kawula muda kota Kupang ini

Menurutnya, kaum muda tidak boleh menghabiskan banyak waktu untuk tidur. “Kita tidak sekedar menjadi objek pembangunan, tetapi kami ingin katakan pada pemerintah bahwa kami hadir sebagai subyek pembangunan, ujarnya Optimis.

Rudi juga berharap, harus ada kerja sama yang produktif dan positif, dan selalu memberikan ruang untuk anak-anak muda Kota Kupang berkreasi sehingga potensi dan sumber daya yang mereka miliki bisa dieksplore.

Pemerintah Propinsi Dukung Penuh

Kehadiran komunitas ini ternyata mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi khususnya dinas pariwisata NTT.  Ada macam-macam kerjasama yang bisa dibangun untuk semakin menyemarakan NTT sebagai propinsi pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTT, Dr. Marius Jelamu,M.Si memberi apresiasi dan sambutan positif terhadap kehadiran komunitas kreatif ini. Bagi Marius, anak-anak muda sebagai pemimpin perubahan  harus menjadi pemimpin gagasan.

“Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kreativitas anak muda dengan para seniman/seniwati yang juga berasal dari anak muda Kota Kupang. Apa yang digagas oleh anak-anak muda ini sesuatu yang luar biasa. Anak-anak muda adalah pemimpin perubahan. anda harus menjadi pemimpin gagasan,” papar Marius ketika membawakan sambutan dan membuka konser Etnis “HaukopasDiligitis” di pantai Lasiana saat itu.

Marius juga mengharapkan kedepannya agar event seperti ini terus dilanjutkan dan lebih diperbesar lagi sehingga mampu mendatangkan puluhan ribu orang.

Event akbar ini dihadiri beberapa Pejabat Propinsi NTT , Kabid Kelembagaan Dispar NTT, Ronny Fernandez, Kota Kupang dan Pelaku Wisata diantaranya Ketua ASITA NTT, Abetnego Frans, perwaklian dari Korem Wirasakti 161 Kupang Rudy Haryadi serta tokoh masyarakat sekitar.

Kegiatan Konser tersebut dirangkaikan dengan pelepasan 10 delegasi East Nusa Tenggara Ethnic Fest (ENTEF) dari NTT oleh Kadispar Marius Jelamu, kabid Ronny Fernandez dan Para Mitra Pariwisata NTT,  yang nantinya berlaga di ajang yang sama di Bali pada September mendatang. Konser itu juga diakhiri dengan menari “Dolo-Dolo” yang merupakan ekspresi kegembiraan dan kebersamaan. (wilfrid/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *