Pesonanya Memikat, Tarif Masuk Pantai Lasiana Dikeluhkan

Para Petugas sedang melayani pengunjung saat memasuki Kawasan Wisata Pantai Lasiana belum lama ini. Foto : Majalah Fortuna

Pantai Lasiana. Itulah nama salah satu pantai yang familiar dengan masyrakat kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bagi mereka yang baru datang di Kota Kupang dan ingin  menikmati suasana pantai rekomendasinya pasti langsung ke Lasiana.

Ya pantai yang terletak tak jauh dari pusat Kota Kupang ini memang selalu jadi buah bibir. Pesona pasir putih dan pepohonan lontar yang berjejer itu menambah kekhasan Lasiana sebagai pantai satu-satunya di Kota Karang ini.

Tidak mengherakan banyak orang memilih untuk datang berwisata kesana. Hari libur ataupun hari minggu adalah waktu paling pas untuk berangjangsana bersama keluarga dan orang-orang tercinta.

Lacurnya, meski sudah lama dan puluhan tahun dikelola pemerintah Kota Kupang, pantai Lasiana belum menjadi yang terbaik. Panorama yang cakap belum sebanding dengan manajemen pengelolaan yang profesional. Penataan destinasinya boleh terbilang paling lambat. Kawasan pantai itu disana sini nampak tidak terawat. Fasilitasnya belum memadai sampai tahun 2014.

Baru memasuki tahun 2015 pengelolaan pantai itu beralih dari Pemerintah Kota Kupang ke pemerintah propinsi. Sejak itulah pantai Lasiana mendapat sentuhan perhatian serius dari pemerintah Propinsi. Dana lumayan banyak mulai digelontorkan untuk mereklamasi dan menata Lasiana dalam 3 tahun belakangan.

Ada banyak item yang dikerjakan mulai dari penataan fisik berupa bangunan gazzebo, jalan setapak, panggung dan aula pertunjukan, pos jaga, los jualan, lampu-lampu taman, sarana kebersihan, MCK hingga penataan parkir dan pemasangan  papan  nama. Pada tahun 2017 pemerintah juga membangun pagar pengaman dilokasi itu. Dampaknya wajah pantai ini sudah mulai ramah dan nyaman sebagai sebuah lokasi wisata meski beberapa gazzebo masih harus dibenahi.

Saat ini para pengunjung makin ramai di pantai Lasiana. Peningkatan pengunjung ini tentu berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah. Kalau sebelum reklamasi omset yang masuk dari pos retribusi mungkin hanya Rp300 ribu perhari tetapi saat ini pendapatan perhari meningkat tajam dengan kisaran Rp500ribu hingga Rp 1juta pada hari biasa. Angka ini belum termasuk hari libur/hari minggu. Hal itu dibenarkan Yonas Koli petugas Pos jaga yang saban hari berurusan dengan pas masuk bagi setiap pengunjung pantai itu.

“Dulu pas masuk orang dewasa Rp2000 dan kendaraan Rp1000 saja jadi perhari pendapatan maksimal Rp250.000 sampe Rp300 ribu saja. Tapi setelah pembenahan dan reklamasi pantai ini, jumlah pengunjung semakin meningkat. Tarif retrubusi atau pas masuk  juga dinaikan menjadi Rp5000 per orang/kendaraan motor, dan mobil Rp 10.000. Jadi sehari pemasukan minimal Rp500.000 sampai Rp 1 juta. Kalau hari libur atau hari minggu bisa diatas Rp 1juta,” ujar Yonas sembari meminta perhatian dari pemerintah popinsi juga untuk menaikan insentif bagi semua mereka yang bertugas di pos penjagaan pantai itu.

Warga Minta Turunkan Tarif Masuk

Sementara soal tarif masuk, memang masih mendapat keluhan dari  para pengunjung maupun para pedagang kaki lima yang berjualan dikawasan wisata pantai itu. Mereka menilai kenaikan tairf  masuk itu berdampak pada berkurangnya pengunjung yang datang sekaligus berbelanja di pos jualan mereka. Mereka berharap pemerintah propinsi menurunkan tarif masuk Pantai Lasiana sehingga makin banyak yang mau beriwisata dan juga berbelanja.

“Kita minta retribusi dan pas masuk diturunkan atau diberlakukan sistim klaster khusus bagi masyrakat biasa dan mahasiswa. Kalau 1 orang dewasa Rp5000, anak-anak Rp 3000, motor Rp5000 dan mobil Rp 10.000 rasanya masih berat. Bayangkan 2 orang goncengan 1 motor harus bayar perorang dan motornya kan kasian, orang juga tidak bisa berbelanja di jualan kami karena duitnya habis di pas masuk saja,” pinta Margaritha Soluk kesal (Wilfrid/2na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *