Sanggar “Bliran Sina” Spot Yang Wajib Anda Kunjungi di Maumere

Maumere- fortunaexplore.com

Wisatwan asing ketika berada di Sanggar Bliran Sina

Banyak hal yang bisa anda nikmati ketika berkunjung ke Maumere Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur Indonesia. Pesona alam dan baharinya begitu eksotis. Maumere memang terkenal dengan keindahan alam bahwa lautnya. Panorama  bawah laut disini oleh beberapa fotografer dunia menyebutnya yang terbaik. Lalu bagaimana dengan Anda wisatawan penikmat seni budaya daerah? Tulisan ini ingin mengajak anda untuk mengunjungi kampung budaya “Sanggar Bliran Sina Watublapi” sekitar 15 kilometer arah Timur Kota Maumere. Kampung ini menawarkan pesona seni budaya daerah yang khas dan menakjubkan; Tidaklah mengherankan, Bliran Sina direkomendasikan sebagai sebuah spot wisata yang wajib anda kunjungi ketika berada di Maumere

Sanggar Budaya “Bliran Sina” Watublapi memang begitu ramah ditelinga pelaku wisata dan ribuan wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang telah mengunjunginya. Bliran Sina telah menjadi corong pelestarian dan laboratorium budaya yang unik. Komunitas ini mempertahankan warisan leluhur bahkan sangat gigih memasarkan aneka potensi seni budaya mereka untuk dikenal luas dan menjadi tontonan yang menghibur serta bernilai ekonomi tinggi.

TUA RETA LOU, salah satu atraksi Tarian Khas Bliran Sina

Di sanggar Bliran Sina anda dapat melihat tenun ikat terbaik dengan pewarna alami, menikmati musik dan tari tradisional yang paling atraktif. Dikampung kecil ini juga anda bisa menyaksikan aneka permainan rakyat, gelar tradisi budaya leluhur yang lestari sekaligus bisa memperkaya wawasan dan khasanah budaya anda. Ada demo pembuatan api dari bambu (ojo api), demo pembuatan tenun ikat hingga berkesempatan memakai tenunan khas daerah itu secara langsung dari dapur produksinya. Bagi anda pemburu cinderamata dan oleh-oleh khas disinilah tempatnya. Ya Bliran Sina telah disulap menjadi sebuah “rumah seni budaya dan galery” yang memadai.

Menjangkau kampung kecil nan ekostis ini boleh dibilang tak sulit bagi siapapun termasuk yang berada diluar pulau Flores. Bagi anda yang berada di Bali silakan langsung dengan penerbangan Garuda Indonesia, NAM Air, Wings Air  dan TransNusa mengambil Rute Denpasar-Maumere; anda juga bisa melalui Jakarta-Kupang-Maumere setiap hari. Dari kota Maumere, Anda hanya membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit perjalanan ke Watublapi dengan kendaraan umum, mobil rental atau motor ojek sekalipun. Akses jalan ke Bliran Sina sejauh 15 kilometer dari kota Muamere terbilang baik dan nyaman bagi para pengunjung.

Wisatawan mengenakan pakaian tenunan lokal warga setempat

Walau letaknya tak jauh dari pesisir pantai di Kewapante, Watublapi menampilkan hawa yang sejuk. Suasana desa dengan masyarakatnya yang ramah pasti anda jumpai. Dari balik gunung inilah sejak tahun 1988 komunitas Sanggar budaya ini hadir. Hampir 3 dekade (30 tahun) pemangku sanggar ini terus menggali dan melestarikan seni budaya daerah serta memperkenalkan kebudayaan daerah itu kepada masyarakat luar. Melalui sanggar ini Sang Ketua Yosep Gervasius dan para pengurusnya mengembangkan musik tradisional, tarian tradisional dan tenun ikat hingga menciptakan peluang pasar berbasis kerakyatan melalui karya pemeran dan pagelaran budaya.

Keluarga Yosep Gervasius dan Ibu Albina dengan Latar Tenun Ikat olahan anggota sanggara

“Saya sendiri terlibat didunia pariwisata sejak tahun 1988. Fokus urus segmen ini karena selain untuk mempertahankan nilai-nilai budaya, wadah ini potensial meningkatkan perekonomian anggota dan masyarakat sekitar kampung,” papar Yosep Gerfasius Ketua Sanggar Bliran Sina

Sanggar ini terbuka untuk kunjungan umum 1×24 jam dan sangat terkenal dengan kualitas pelayanannya. Pengunjung bagi mereka adalah tamu agung yang siap dijamu dengan keramahtamahan. Gervas menjelaskan sanggar Bliran Sina kini menyiapkan pula paket edukasi khusus untuk pelatihan tenun dan pewarna alam. Program ini terbuka untuk kelas 4 hari, 7 hari,12 hari dan 1 bulan. Diperuntukan  bagi pengunjung, masyarakat atau para peneliti yang ingin mengenal lebih jauh keunggulan tenun ikat Sikka. Ini juga bagian dari promosi akan produk unggul kita dan paket wisata yang kita tawarkan kepada pengunjung,” ujarnya

Adapun paket-paket kunjungan dan tarif profesional yang wajib anda tahu selama berkunjung dan menikmati sajian acara di Sangar Bliran Sina.  Dalam 1 paket selama kurang lebih 4 jam kunjungan, anda pasti disuguhi 5 jenis tarian tradisional, suguhan tembakau khas dan sirih pinang, menikmati sajian snack lokal  (lekun dan arak), melihat demo pembuatan api dari bambu (ojo api), demo tenun ikat serta mendapat penjelasan busana daerah dan momentum berbelanja sarung tenun. Paket ini tarifnya Rp 1juta untuk jumlah pengunjung 1-10 orang dan Rp 1,5juta kalau pengunjungnya 10-15. Sementara untuk paket khusus dikenakan tarif Rp 4juta dan untuk paket tamu kapal pesiar dibandrol Rp 6-8juta. Bagi pengunjung asing yang ingin mencicipi hidangan makanan khas setempat dikenakan tarif Rp 50ribu per porsi. Harga yang dipatok manajemen ini tidak berlaku full untuk kunjungan pelajar atau mahasiswa. Sementara untuk tujuan peliputan dan atau paket penelitian diterapkan harga negosiasi. Nah ada sebuah tradisi yang pasti anda dapatkan ketika berkunjung ke Sanggar Bliran Sina yakni anda akan disambut secara adat “Huler Wair” (percikan air) dan sapaan syair adat serta pengalungan selendang tenun lokal pratanda anda diterima masuk dalam rumah besar Sanggar Bliran Sina.

Bagi anda yang mau berburu oleh-oleh khas warga setempat selain tenun ikat, sanggar ini juga menyiapkan aneka produk kerajian unggulan dan aksesories  menarik berupa anyaman, tas sarung, kalung lokal, aksesories dari tulang hewan, dan juga kopian CD profile dan lagu-lagu khas Bliran Sina. Info lengkapnya bisa anda  menghubungi Ketua Sanggar  Yosep Gerfasius HP 082144070392, 082144207368 (WA). (tim/fdl/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *