Inilah Eksotika Sumba Sesungguhnya

 

Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole, Kadispar NTT Marius Jelamu dan Para Peserta disela-sela dalam Parade Tenun Ikat Sumba (7/7)
foto : Marius Jelamu (FB)

Mengapa pulau Sumba diidentikan dengan padang savana, mengapa kuda begitu melekat dengan masyarakat Sumba. Cerita tentang keperkasaan kuda sandlewood, pekikan khas, tradisi budaya yang syarat muatan nilai filosofinya dengan segala cerita masa lampaunya hanya di ada di Festival Akbar ini. Ya Festival Kuda Sandlewood; Parade 1001 ekor Kuda berhias dengan Jokinya yang tampan berkostum khas Sumba menjadi ajang anda mendapatkan informasi yang komplit tentang kuda Sumba.

Mungkin anda juga pernah bertanya-tanya mengapa kain tenunan Sumba begitu mahal. Bagaimana Rambu-Rambu dari Sumba menghasilkan mahakarya tenun ikat. Seperti apa prosesnya dan bahan alami apa saja yang dipakai orang Sumba sehingga melahirkan tenunan yang begitu eksotis? Demonstrasi langsung tentang proses pembuatannya bisa anda lihat disini; di Festival Tenun Ikat Sumba berkelas internasional  melibatkan ribuan orang penenun lokal.

Cerita ritus magis kuda di pulau Sumba ada di event yang berlangsung sejak 7 – 12 Juli 2018 yang mengambil star dari Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, ke Sumba Tengah dan Sumba Timur ini.  Menariknya dalam event ini anda diajak mengenal semua potensi daerah Sumba, produk inovasi mereka, kuliner dan eksotika tenun ikat Sumba yang bisa langsung disajikan masyarakat Sumba.

Kepada para pengunjung, wisatawan asing dan domestik, pejabat pusat, pelaku wisata, para tamu istimewa, investor dan tamu undangan dari seantero nusantara, inilah kesempatan berburu produk-produk khas terbaik dari Sumba langsung dari dapur produksinya. Untuk para investor dan calon investor, festival ini jadi momentum emas anda bisa melihat sendiri peluang dan prospek investasi apa yang bisa anda lakukan untuk investasi anda kedepan.

Saksikan langsung keperkasaan kuda Sumba, cerita filosofisnya. Tontolah pula kekayaan motif tenun ikat Sumba mulai dari proses produksinya, dalam parade busana yang memikat, fashions stylist dan tentunya gebyar pasar tenun ikat terakbar abad ini pada tanggal 7- 12 Juli 2018. Semunya hanya ada di Sumba.

Para Penenun Mendemsontrasikan Cara menenun Kain Sumba yang eksotis
(foto : FB Marius jelamu)

Event yang dipusatkan di lapangan Manda Elu depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat itu mengundang decak kagum ribuan warga dan para pengunjung domestik dan mancanegara. Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui Asisten II Setda Propinsi NTT Aleksander Sena dihadiri Consul Timor Leste di Kupang Fransisco Joronimo, Perwwakilan dari Kementerian, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole, Kadispar NTT Dr.Marius Jelamu, Anggota DPRD NTT Umbu Pati Lende dan puluhan tamu undangan lainnya

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Dr.Marius Jelamu pada kesempatan itu mengatakan Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba merupakan satu dari 4 Top NTT yang masuk dalam Callender of Events selain Festival Likurai di Belu, Festival Komodo di Manggarai Barat dan Tour de Flores termasuk yang terakhir Festival Parade kebangsaan di Ende. Event- event ini menjadi branding baru pariwisata Nusa Tenggara Timur. Event-event tersebut sudah digelar sejak tahun 2017 dan akan terus dilaksanakan kedepan untuk memperkenalkan NTT dan khusus Sumba kepada dunia internasional

Kadispar NTT, Dr.Marius Jelamu dan Bupati Sumba Sumba Barat Agustinus Dapawole dalam balutan motif khas Sumba
(foto : FB Marius Jelamu)

Saat ini kata Marius pulau Sumba menyumbang 2 branding promosi pariwisata NTT, nasional  bahkan internsasional dengan terpilihnya Nihiwatu sebagai Hotel & Resort terbaik dunia. Pulau Sumba juga dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia versi Majalah Focus yang berpusat di Jerman. Ini menjadi kekuatan baru dan branding Indonesia di mata dunia,” papar Marius saat itu.

Kepada masyarakat Sumba, Marius mengajak untuk gencar membangun pariwisata Sumba.  Ayo masyarakat pulau Sumba dimanapun berada, bangunlah pariwisata Sumba yang lagi diminati para wisatawan dalam dan luar negeri. Mari jaga kebersihan, keamanan, kenyamaan dan keramahtamahan khas Sumba yang kini jadi pulau terindah didunia. Kembangkan seni budaya yang ada, lestarikan alam hutan, padang savana, pantai, taman laut. Ini pulau yang terberkati dan telah dinobatkan sebagai “the most beautiful island” di dunia,” ajak Marius sebagaimana dikutip dalam akun FBnya @marius jelamu (tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *