Rp 29 Miliar Rampungkan Gedung “NTT Fair”

Pembangunan Gedung “NTT Fair” tahun ini siap dilanjutkan setelah pada tahun 2017 lalu dilakukan  pengerjaan tahap I. Pemerintah propinsi NTT melalui Dinas Perumahan Rakyat  dan Kawasan Pemukiman tahun ini kembali menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp 29 miliar untuk membangun gedung pameran dan fasilitas pendukung lainnya.

Gedung ini bangun dari pos APBD dengan mekanisme anggaran multiyears. Tahun kemarin kita sudah bangun Auditoriumnya dan tahun ini kita bangun lagi gedung pamerannya. Anggaran yang tersedia Rp29 miliar lebih dari yang kita rencanakan awal Rp 48 miliar tetapi kerena keterbatasan dana dan bertepatan dengan Pilkada Gubernur maka anggaran itu dirasionalisasi. Kita harapkan tahun depan rencana pembangunan fasilitasi pendukung lain seperti hotel atau homestay dan landskape bisa rampung,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Propinsi NTT, Ir. Yulia Afra, MT kepada Fortuna belum lama ini dikupang

Dipaparkan, proses pembangunan tahap II ini sementara ditender di LSPE dan diharapakan sudah bisa dimulai pengerjaanya dalam waktu dekat sehingga bilamana ada kegiatan pemeran atau event promosi lainnya sudah bisa menggunakan gedung itu pada akhir 2018 nanti.

Terkait rencana pembangunan hotel berkontruksi tiga lante dalam kawasan NTT Fair tersebut di tahun 2019, Yulia mengaku telah melakukan kajian dan meminta Sekda NTT Ir. Benediktus Polomaing untuk dipikirkan kembali dan direncanakan ulang. Hal tersebut berkaitan dengan azaz pemanfaatan gedung tersebut yang diyakini kurang menguntungkan dari aspek kesinambungannya. “Ya soal hotel tiga lante kami sudah buat telaan dan kajian dan meminta pertimbangan bapak Sekda untuk dirubah ke homestay saja karena pemanfaatan fasilitas penginapan di hotel tersebut cenderung hanya pada saat event berlangsung dan tidak bisa dipakai secara rutin. Daripada nanti mubazir pemanfaatanya lebih baik kita tinjau dan rencanakan ulang,” papar sosok wanita energik ini.

Soal pemanfaatan gedung tersebut kata dia akan terus dikomunikasikan dengan lintas OPD terkait seperti Badan Keuangan, Dinas pariwiasta atau Badan Penanaman Modal untuk mengatur pengelolaannya

Monumen Pancasila dan Gelanggang Pemuda

Pemerintah propinsi NTT melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman juga dalam tahun ini menggelontorkan anggaran super jumbo untuk pembangunan dua fasilitas umum yakni Monumen Pancasila Flobamora di Kupang Barat dan lanjutan pembangunan Gedung gelanggang pemuda di kawasan Oepoi Kupang.

Anggaran Monumen pancasila tahap pertama telah dialokasikan Rp 28 miliar dari total perencanaan Rp 100miliar. Dana untuk monumen ini masih dalam penyesuaian lagi mengingat pemanfaatan jenis bahan baku dilakukan secara parsial karena ada item berupa perunggu dan lainnya. Sementara gedung gelanggang remaja didistribusikan juga anggaran Rp 28 miliar lebih. Namun khusus untuk gedung gelanggang remaja saat ini masih dilakukan perhitungan ulang dari sisi teknis arstitekturnya terutama terkait fisik bangunan bawah yang pasti mengalami degradasi atau penyusutan karena sudah 7 tahun tidak difungsikan. (tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *