Raih WTP Lagi, Kopdit Obor Mas Genjot KUR

KSP Kopdit Obor Mas Maumere kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur kembali menyandang Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil audit akuntan publik independen tahun buku 2017. Prestasi ini luar biasa dan terus menjadi trend positif yang dipertahankan manajemen Kopdit Obor Mas dalam 2 dekade terakhir. WTP mengindikasikan kalau koperasi ini memiliki administrasi keuangan yang sangat bagus, SDM yang profesional dan dinyatakan sehat.

Evaluasi keuangan dan manajamen Obor Mas kali ini dilakukan oleh auditor internal dari Induk Koperasi Kredit  (Inkopdit) dan auditor eksternal dari Kantor Akuntan Publik Hendro, Busroni, Alamsyah Jakarta. Hasil audit dengan opini WTP tersebut diumumkan, belum lama ini di Maumere oleh Edy Subagio dari Inkopdit dan Najmudin dari Kantor Akuntan Publik, Hendro, Busroni, Alamsyah.

Edi Subagio dalam keterangan pers di Aula Kopdit Obor Mas Maumere belim lama ini mengatakan audit laporan keuangan sangat penting guna mengetahui penggunaan keuangan masyarakat yang telah berinvestasi di koperasi itu. Dan berdasarkan internal audit tahun buku 2017, Koperasi Obor Mas Maumere mendapatkan predikat sehat dengan skor 82,5.  “Hasil audit internal yang kita lakukan, Koperasi Obor Mas Maumere mendapatkan predikat sehat. Skornya 82,5 persen,”tegasnya

Subagio mengapresiasi manajemen Koperasi Obor Mas yang setiap tahun mau di audit keuangannya. Hal itu merupakan keunggulan dari koperasi tersebut. Baginya tidak semua koperasi yang berani di audit keuangannya meskipun audit itu wajib,” ujarnya lagi.

Edy menyampaikan, audit dilakukan di kantor pusat dan kantor cabang untuk memastikan semua aktivitas usaha itu berjalan baik dan profesional. Selama 2017, Edy menilai sepak terjang Obor Mas pesat sekali. Rencana kerja 2017 dilaksanakan dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Pertumbuhan anggota tahun 2016 sebanyak 54.198 menjadi 76.644 pada 2017 atau bertumbuh 22.646 (42 persen). Total saham bertumbuh 19 persen sebesar Rp 85.465.026.912 menjadi Rp 441.950.167.871 dari kondisi 2016 Rp 356.485.160.959. Aset Obor Mas bertumbuh 19 persen atau Rp 96.791.142.698 atau Rp 600.883.703.769 pada 2017 dari kondisi 2016 Rp 504.092.561.071.

“Memuaskan pertumbuhan Obor Mas 2017 baik anggota, pemberdayaan, kompetensi, monitoring dan evaluasi, target, aset, saham, pelepasan pinjaman dan pengendalian kelalaian pinjaman secara baik,” katanya

Sementara itu, Najmudin Akuntan Publik Eksternal dari Kantor Akuntan Publik, Busroni, Hendro dan Alamsyah Jakarta menyatakan kekagumannya atas Koperasi Obor Mas. Dia menilai kinerja dan manajemen keuangan serta pelayanan kepada anggota dan masyarakat sudah lebih cepat karena berbasis online.

Ia  menjelaskan fokus audit eksternal untuk mengetahui wajah badan usaha. Memang ditemukan ada sekelumit masalah tetapi masih dalam batas wajar. Najmudin yang baru pertama kali datang ke Flores mengaudit Obor Mas mengakui pengendalian internal semua aktivitas Obor Mas sangat bagus.

General Manager, Kopdit Obor Mas Maumere, Leonardus Frediyanto Moat Lering, SAk mengatakan dengan hasil audit berkala dan hasil yang membanggakan ini sejujurnya memberikan kepercayaan pada masyarakat bahwa manajemen Obor Mas mengelola koperasi itu dengan benar.

“Berkat kerja keras pengurus, pengawas dan Manajemen Kopdit Obor Mas akhirnya kinerja kita raih Opini WTP” katanya.

Frediyanto mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga Koperasi Obor Mas tetap mempertahankan kinerja ini.

 Salurkan KUR Rp 150 Miliar

Pada kesempatan yang sama, Frediyanto mengatakan di tahun 2018,  Koperasi Kredit Obor Mas Maumere kembali dipercaya Kementerian Keuangan RI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah Rp 150 miliar. Total dana Rp 150 miliar meliputi Rp 100 miliar untuk usaha mikro dan sisanya Rp 50 miliar untuk ritel. Penyaluran kali ini lebih ketat lagi, karena Sistim Informasi Debitur (SID) dialihkan dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan.

Sejak pertama dipercayakan menyalurkan KUR pada akhir tahun 2017 katanya, Obor Mas mengajukan permohonan menyalurkan KUR Rp 100 miliar, satu bulan menjelang akhir tahun 2017.Waktu itu kendalanya jaringan informasi teknologi (IT), kami minta diturunkan menjadi Rp 10 miliar. Tetapi jaringan koneksinya terus bermasalah. Kondisinya baru bagus pada akhir tahun tanggal 29 Desember 2017. Jadi kami hanya bisa salurkan Rp 100 juta untuk empat orang, ujarnya.

Untuk diketahui KSP Kopdit Obor mas Maumere merupakan koperasi kedua di Indonesia setelah Kospin Jasa Pekalongan di Jawa Tengah mendapat kepercayaan menyalurkan dana KUR. Syarat menjadi lembaga penyalur KUR sangat ketat, selain syarat performance lembaga keuangan yang kredibel juga punyai jaringan komunikasi dengan BI di Jakarta. (angga/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *