Marilyn L.C. Ambesa : Sarjana Pariwisata Tidak Mesti Jadi PNS

Merengkuh pendidikan di perguruan tinggi bukan merupakan sebuah tujuan final. Belajar hanyalah sebuah jembatan untuk menjadi manusia sesungguhnya. Dengan belajar seorang membekali diri dengan pengatahuan yang memadai untuk nantinya berjuang menghidupi diri dan keluarganya.  Baginya Pendidikan pariwisata yang didapatkan selama ini di dunia kampus tidak mesti untuk menjadikan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN). Ilmu yang ada harus bisa dimanfaatakn untuk membangun usaha-usaha produktif berbasis pariwisata.

Itulah prinsip hidup Marilyn Louise Caroline Ambesa, S,S, satu dari 47 orang wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Cakrawala Nusantara Kupang (STIBA CNK) kepada Fortuna belum lama ini

Buah kasih pasangan Remmy Ambesa dan ibu Forlince Fangidae itu boleh di bilang memiliki kecakapan memadai; bahasa inggrisnya baik dan wawasannya sangat luas. Dia menjadi satu dari sekian rekannya yang mendapat piagam penghargaan lulusan terbaik yang diserahkan langsung oleh Ketua STIBA CNK Dr. Greg Sudaryono,M.Hum pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan ke XI di Restorant Oriental Kupang saat itu

Di Kampus Stiba CNK Marilyn dan kawan-kawan belajar tentang banyak hal. Mereka tidak hanya diajarkan bagaimana cara berbahasa asing, tetapi juga belajar materi pariwisata yang lebih luas dan aplikatif. Bagaimana mereka menerapkan atau mengaplikasikan ilmu kepariwisatan di dunia kerja nantinya. Jadi saya merasa bahwa lulusan kami ini tidak seharusnya menjadi PNS tetapi kami juga bisa mengembangkan potensi kami seperti bisa buka Travel sendiri atau berwirausaha lainnya,” ungkap gadis cantik itu optimis.

Tekad Nona Marilyn ini tentu beralasan karena berkaca pada peluang kerja bahasa asing dan sektor pariwisata yang saat ini lagi terbuka lebar. Apalagi pariwisata kini sudah menjadi sektor kunci yang seksi dan memberikan sumbangan besar terhadap roda perekomian nasional dan juga di propinsi NTT. Marilyn bahkan sudah mematangkan komitmennya untuk membuka usaha travel agent sendiri dan memperdayakan semua kemampuan yang ia miliki.

“Saya tipe orangnya tidak mau membatasi diri, tetapi ingin benar-benar mengaplikasikan semua ilmu yang kami pelajari lebih dari 4 tahun ini. Saya akan berkeliling servei ke beberapa destinasi unggulan di NTT seperti Labuan Bajo, Ende, Sumba, Bali dan melihat peluang-peluang  yang bisa ditangkap. Selanjutnya saya bisa terapkan dalam usaha saya,” ujarnya

Darah manis berzodiak Capriorn kelahiran Kupang, 22 Desember 1986 ini, berprinsip bahwa ilmu itu boleh dikejar siapapun serta tidak terbatas. Untuk meningkatkan  kapasitas diri, maka dia juga bercita-cita ingin melanjutkan studinya di luar negeri. Kalau Tuhan berkenan dan ada peluang beasiswa dia bertekad keluar negeri. Dengan demikian pengalaman kita jadi lebih luas sekaligus bisa menjadi duta wisata NTT di luar negeri untuk mempromosikan segala potensi NTT ke kanca internasional. (wilfrid/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *