Kopi Flores Mendunia

Fortunaexplore.com – Kopi asal Flores memang memiliki aroma yang sedap.Tak hanya untuk penggemar minum kopi dalam negeri saja yang mengaguminya, dari mancanegara pun banyak yang mengakuinya. Festival Kopi Flores di Bentera Budaya Jakarta yang digelar Grup Kompas Gramedia, Pemprov NTT, Bank Mandiri dan Komunitas Indonesia Latte Art Artist/ILAA baru-baru ini menjadi bukti bahwa kopi Flores sudah mendunia.

Peserta festival adalah petani kopi asal kabupaten Manggarai dan Bajawa kabupaten Ngada. Semua stand sajian banyak dikunjungi oleh masyarakat umum dan kalayak ramai. Tak hanya bagi pecinta minuman kopi belaka, tetapi masyarakat umum pun ingin mengetahui dari dekat tentang pesona kopi asal Flores, Nusa Tenggara Timur ini.

“Perkebunan kopi di Flores ini sudah sangat lama ada. Dari zaman Belanda dulu,” kata Wemmi Sutanto, pengusaha kopi asal Labuhan Bajo, Manggarai Barat, Flores, yang ikut serta dalam Festival Kopi Flores. Menurut Wemmi, cita rasa kopi Flores di setiap daerah memang berbeda. Tetapi masing-masing daerah punya keunggulan.

Adanya Festival Kopi ini, secara langsung dan tidak langsung, mempromosikan juga daerah Flores sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Nusantara. Pihak Kompas Agustus lalu juga menggelar tour bersepeda mulai dari Manggarai hingga Timor. Beberapa bulan sebelumnya, kegiatan serupa dengan nama Tour de Flores juga berlangsung.

Jadi, wilayah Flores khususnya dan NTT umumnya, memang memiliki daya tarik wisata yang luar biasa dan beragam. Mulai dari keindahan alamnya, kearifan lokalnya, juga kuliner (termasuk kopinya).

Dalam acara ini, ILAA membagikan 1000 cangkir kopi gratis bagi pengunjung.Tak lupa tentunya, dipertontonkan bagaimana menyuguhkan racikan kopi Flores, diskusi atau bincang-bincang mengenai budidaya kopi, sesi cicip kopi (cupping), unjuk gigi lukis kopi (coffee painting), dan lokakarya barista serta penyeduhan manual (manual brewing) yang terangkum dalam rangkaian coffee workshop.

“Untuk sementara ini memang berdasarkan kabupaten, masih berbeda-beda.Tetapi untuk jenis kopi Arabika, sudah ditetapkan satu nama saja, yakni “Kopi Arabika Flores.” Dengan satu nama ini, akan lebih memudahkan melakukan promosi kopi Flores di level nasional maupun internasional,” jelas Kadis Pertaniandan Perkebunan Provinsi NTT, Yohannes Tay Ruba di sela acara

Saat ini, kopi Flores asal Kabupaten Ngada merupakan satu-satunya kopi asal Flores yang mendapatkan Sertifikasi Indikasi Geografis. Langkah selanjutnya, pemprov NTT mengincar sertifikasi geografis untuk kopi Flores Manggarai, yang merupakan hasil panen dari tiga kabupaten Manggarai (ajak/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *